Image

Ditembak Mati.. Ini Akhir Petualangan Bandar Sabu di Tangerang

Hambali, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017, 00:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 08 338 1751562 ditembak-mati-ini-akhir-petualangan-bandar-sabu-di-tangerang-wg4OawIu3l.jpg Barang bukti yang disita petugas. (Hambali/Okezone)

TANGERANG - Beginilah kisah akhir dari pria bernama Hendra, seorang bandar besar sabu di Kota Tangerang. Bisnis narkoba yang dilakoninya sejak 10 tahun lalu harus berakhir tragis, dia ditembak mati karena melawan petugas yang menggiringnya mencari pemasok sabu didalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Informasi yang diperoleh, polisi mendapatkan informasi tentang Hendra melalui pengungkapan kasus narkoba sebelumnya. Dimana, beberapa pelaku yang berhasil diciduk mengakui bahwa mereka mendapatkan serbuk haram itu dari Hendra.

Mulanya, petugas membekuk seorang pria berinisial K di daerah Pedurenan Timur, Karang Tengah, Cileduk, Tangerang, Sabtu 5 Agustus 2017 sekira pukul 18.30 WIB. Dari tangannya, petugas mendapati 10 paket sabu siap edar.

Setelah dikembangkan, beberapa jam kemudian polisi kembali menangkap pelaku lain berinisial AL di Jalan Anggaran, Karang Tengah, Cileduk, Tangerang. Sebanyak 5 paket sabu disita dari AL. 

Begitupun selanjutnya, petugas kembali bergerak menelusuri keterangan pelaku yang sudah tertangkap. Hasilnya, pada hari Minggu 06 Agustus 2017 seorang perempuan berinisial SI di Cengkareng, Jakarta Barat, diciduk berikut 2 paket sabu.

"Jadi dari pengakuan ketiga pelaku yang sudah tertangkap, yakni pelaku K, AL, dan SI, semuanya mendapatkan sabu itu dari tersangka H. Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata H ini merupakan bandar sabu yang beroperasi di wilayah Tangerang dan Jakarta Barat," terang Kompol Tri Yani, Kasubag Humas Polres Tangerang Kota, Senin (7/8/2017).

Mendapat keterangan tentang sosok Hendra, lalu petugas dibawah pimpinan AKP Riyanto meluncur mencari keberadaan bandar sabu itu. Melalui proses yang tak rumit, polisi akhirnya berhasil menyergap Hendra didaerah Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu 6 Agustus 2017 sekira pukul 05.30 WIB.

"Tersangka H dapat dibekuk di daerah Jakarta Barat, barang buktinya berupa satu pucuk senjata api revolver, 4 paket sabu seberat 400 gram, 1 timbangan elektrik dan sebuah tas kecil," jelas Kompol Tri Yani.

Hendra tak berkutik ketika polisi menyita sejumlah barang bukti darinya. Dia pun mengakui, sambung Tri Yani, bahwa sudah 10 tahun menjadi bandar sabu dengan menjalin kerjasama melalui seseorang penghuni Lapas berinisial WW.

"Dia (tersangka H), terakhir membeli sabu seberat 5 kilo dari penghuni Lapas berinisial WW pada bulan Juli 2017 kemarin, lalu sabu itu dijualnya kepada beberapa pelaku lain untuk diedarkan," sambungnya.

Petugas pun meminta Hendra menunjukkan keberadaan WW. Namun di tengah perjalanan di dekat Lapas Tangerang, bandar sabu itu justru mengadakan perlawanan yang membahayakan keselamatan anggota polisi, hingga kemudian dilakukan tindakan tegas.

"Saat diminta menunjukkan keberadaan pelaku WW, Tersangka H malah melawan, terpaksa petugas menembaknya. Jenazahnya sudah dikirim ke RSUD Tangerang," tukas Tri Yani. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini