nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

180 Hektare Lahan Dilalap Api, Satgas Karhutla Sumsel Cari Solusi Cegah Kebakaran Meluas

Melly Puspita, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 16:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 08 340 1751980 180-hektare-lahan-terbakar-satgas-karhutla-sumsel-cari-solusi-cegah-kebakaran-meluas-gSLMaU2vGy.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

PALEMBANG - Satuan tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumatera Selatan mencatat dalam beberapa pekan terakhir sudah 180 hektare lahan gambut yang ada di Sumsel terbakar.

Bahkan tiga hari belakang, tanpa henti Satgas Karhutla berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Ogan Ilir. Dua water bombing diturunkan untuk membantu proses pemadaman. Namun lantaran kondisi lahan yang kering disertai angin kencang pemadaman sedikit terkendala.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan meluas, Tim Satgas Karhutla melakukan Rapat koordinasi teknis (Rakornis) di kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Alam Bapak H Yulizar Dinoto, Selasa (8/8/2017).

Baca juga: Luar Biasa! Padamkan Karhutla di Riau, 4 Heli Jatuhkan 137 Water Bombing

Rapat ini membahas tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam penanganan Karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel. Salah satunya melibatkan Dinas BPN agar lebih mudah dalam proses pemeriksaan lahan yang terbakar guna mengetahui siapa pemilik lahan yang terbakar.

Yulizar sendiri mengatakan bahwa instansi-instansi yang terlibat dalam Satgas Karhutla harus serius menanggani hal tersebut untuk mengantisipasi bencana kabut asap terulang kembali. "Kami malu dengan TNI yang sudah turun di lapangan saat terjadi kebakaran lahan pada hari Sabtu dan Minggu lalu, segera diantisipasi jangan sampai terkenal sampai meluas," ujar Yulizar.

“Kalau ada yang bakar cari dan kita proses, termasuk tanah yang ada di pinggir jalan antara Palembang-Indralaya didata siapa pemiliknya dan siapkan Posko, mulai sekarang buat jadwal siaga dan stanby di posko tersebut," tutur Yulizar.

Sementara itu, Letkol Inf Feridian yang mewakili Dansatgas Darat menyampaikan bahwa Korem 044/Gapo sebetulnya ingin melakukan pemetaan dan melihat aspek penyebab permasalahan dari setiap kasus kebakaran yang ada di wilayah yang tergolong rawan terjadi kebakaran.

"Kami akan mempelajari setiap permasalahan, memahami karakter dan modus dengan mencoba mencari solusinya. Kami berharap dari hasil Rakor ini akan ada solusi yang nantinya sama-sama bisa dipraktikkan untuk mencegah terjadinya kebaran lahan," ucap Letkol Inf Feridian.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini