Image

Waspada! Temukan Sabu 60 Kilogram di Jakarta Barat, Polisi Duga Pelaku Tinggal di Apartemen

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu, 9 Agustus 2017 - 02:25 WIB
Polisi saar rilis ke awak media (Foto: Muhamad Iqbal/Okezone) Polisi saar rilis ke awak media (Foto: Muhamad Iqbal/Okezone)

JAKARTA - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan sabu sebanyak 60 kilogram yang ditemukan di tangga darurat sebuah apartemen di Jakarta Barat. Penemuan ini terjadi pada Rabu 2 Agustus 2017.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto menjelaskan penemuan sabu 60 kilogram ini berawal dari informasi aduan dari pihak apartemen dan keamanannya yang menghubungi Polsek Tambora. Mereka curiga dengan adanya dua koper yang berada di bawah tangga apartemen itu.

 (Baca: Keren! Kisah Polisi Mencari Jejak Pemilik 60 Kg di Jakarta Barat)

Namun, sebelum adanya aduan dari pihak keamanan dan apartemen, polisi mengaku telah mendapatkan informasi tentang adanya aktifitas transaksi jaringan narkoba disana namun, belum berhasil mendapatkan tersangka dan barang buktinya saat dilakukan penyelidikan.

"Karena mencurigakan akhirnya diamankan oleh sekuriti. Setelah itu sekuriti hubungi Polsek Tambora, Polsek datang ke TKP melakukan pemeriksaan koper tersebut isinya sabu. Setelah itu kita lakukan pendalaman terhadap siapa yang menaruh sabu di sana. Sejauh ini belum kita temukan (pelakunya)," ujar Suhermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Menurut Suhermanto, pihaknya masih mendalami siapa orang yang menaruh barang haram itu. Pemeriksaan masih terus dilakukan kepada saksi-saksi. Suhermanto menambahkan CCTV sejatinya terpasang di apartemen tersebut, namun memang kamera CCTV tak menjangkau lokasi tas tersebut.

Polisi pun menduga pelaku yang menaruh sabu 60 kilogram itu adalah orang yang tinggal di apartemen lantaran sudah hafal dengan tata ruang di apartemen tersebut.

"Paham betul. Indikasinya orang yang tinggal di apartemen tersebut," ucapnya.

Lantaran tersangka belum tertangkap, Suhermanto mengungkapkan ada beberapa dugaan motif pelaku menaruh barang haram tersebut.

"Pertama dia sedang menunggu transaksi terus ketahuan, kedua ada rasa ketakutan, ketiga mungkin selama satu minggu mereka tahu diintai sama kita akhirnya ketakutan dengan adanya tindakan tegas terhadap bandar," tukas Suhermanto.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming