nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar SD Tewas di Sekolah, KPAI: Sekolah Aman Ternyata Masih Jauh dari Harapan

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 13:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 09 65 1752527 pelajar-sd-tewas-di-sekolah-kpai-sekolah-aman-ternyata-masih-jauh-dari-harapan-m1XHcB6SKJ.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kematian SR, pelajar tingkat sekolah dasar (SD) di SDN Longkewang Sukabumi lantaran berkelahi dengan teman sejawatnya menambah potret kelam dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Retno Listyarti selaku Komisioner KPAI Bidang Pendidikan menilai peristiwa ini menunjukkan bahwa sekolah bukan lagi tempat yang aman bagi anak.

"Sekolah aman dan nyaman bagi anak didik ternyata masih jauh dari harapan," kata Retno melalui siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (9/8/2017).

SR sendiri telah dinyatakan meninggal dunia setelah dipukuli teman sekelasnya di lingkungan sekolah pada Selasa 8 Agustus lalu. "Ada dugaan, SR tidak hanya di pukul tapi juga telinganya diisi dengan keripik dan disiram minuman ringan," ungkap Retno.

Ia mengatakan, pembelaan pihak sekolah yang mengatakan bahwa peristiwa terjadi di belakang kantor sementara tenaga pendidik fokus mengawasi pelajar di depan kantor, tidak bisa ditolerir.

"Lingkungan sekolah harus aman meliputi seluruh luas sekolah tanpa kecuali. Bahkan, radius bebarapa ratus meter dari sekolah masih menjadi tanggungjawab pihak sekolah," jelasnya.

Pihaknya juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI untuk meninjau kembali kebijakan menambah jam pelajaran di sekolah melalui sistem Full Day School (FDS).

"Banyaknya kasus-kasus kekerasan di sekolah yang diterima di pengaduan KPAI. Ternyata sistem pengawasan yang lemah di banyak sekolah telah membuat sekolah tak lagi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak," katanya menyayangkan peristiwa tersebut.

KPAI, kata Retno juga menyayangkan sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, yang seolah menolak telah terjadi dugaan kekerasan di sekolah sehingga menimbulkan kematian SR. "Pernyataan yang menyebut bahwa tidak ditemukan bekas pukulan, hanya baju dan celana SR yang kotor, menunjukkan kesimpulan yang mendahului penyelidikan hasil otopsi yang sedang dilakukan aparat penegak hukum," jelas dia.

Sementara saat ini KPAI mengaku mendukung penuh penyelidikan pihak aparat penegak hukum. "KPAI akan memastikan bahwa anak sebagai pelaku atau istilah perudangan adalah anak berhadapan dengan hukum (ABH) harus sesuai dengan UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)," tandasnya.

Seperti diketahui, seorang pelajar tingkat sekolah dasar (SD) Lengkoweng di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat, yang berinisial SR (8) tewas. Nahasnya, kematian bocah SD tersebut diduga lantaran berkelahi dengan temannya sendiri yang berinisial DR.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini