facebook pixel

Singgung Mobil Listrik di GIIAS 2017, Menteri Airlangga: Inovasi Sangat Penting

Menteri Airlangga Hartarto membuka GIIAS 2017 di ICE, BSD City (Foto: Hambali/Okezone)

Menteri Airlangga Hartarto membuka GIIAS 2017 di ICE, BSD City (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan arti penting sebuah pameran automotif sebagai sarana untuk menunjukkan kepada publik nasional bahkan internasional tentang kemajuan teknologi dan industri automotif Indonesia.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah upaya pemerintah dalam menghadirkan mobil ramah lingkungan, termasuk kendaraan bertenaga listrik.

(Baca Juga: Kapan Mobil Listrik Terealisasi di Indonesia? Sedang Didiskusikan)

Saat membuka pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/8/2017), Airlangga menekankan bahwa dalam menghadirkan mobil listrik inovasi menjadi kuncinya.

“Kami menegaskan bahwa pengembangan pusat-pusat inovasi menjadi sangat penting, di mana electric vehicle menjadi salah satu pengganti moda gerak berbahan bakar (yang menghasilkan emisi) karbon," ungkapnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan, tengah menyusun draf mobil listrik. Draf itu akan dibawa ke Presiden Joko Widodo untuk dijadikan Keputusan Presiden (Keppres).

(Baca Juga: Menanti Regulasi Mobil Listrik)

Salah satu instrumen dari draf tersebut adalah insentif struktur pajak yang akan diberikan kepada produsen yang memproduksi mobil ramah lingkungan di Indonesia.

"Intinya tidak mengurangi pendapatan negara dari pajak kendaraan dan juga punya peluang untuk menumbuhkan industrinya ke depan yang pada gilirannya menambah pendapatan negara. Itu yang sedang kami susun," kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, sebelumnya.

(Baca Juga: Pemerintah Susun Draf Mobil listrik, Gaikindo: Arahnya Kemana Kami Ikut)

Meski demikian, pemerintah tidak akan melarang impor mobil listrik. Asal, kata Putu, importir harus taat dengan aturan pajak yang berlaku.

"Kalau impor silakan. Tapi harusnya kalau kendaraan yang emisinya rendah impornya harus lebih rendah pajaknya, kan gitu. Tapi untuk kendaraan emisi rendah yang mau diproduksi di sini bisa, bahkan pajaknya akan lebih rendah lagi," pungkas Putu.

(ton)