facebook pixel

Daihatsu Indonesia Buka-bukaan soal Mobil Listrik, Baterai Jadi 'Biang Keroknya'

Mobil konsep Daihatsu, DN Multi Six. (Foto: Okezone)

Mobil konsep Daihatsu, DN Multi Six. (Foto: Okezone)

TANGERANG – Pemerintah sedang menggodok draf kendaraan ramah lingkungan, termasuk yang menggunakan penggerak motor listrik. Pelaku industri dan bisnis automotif di Indonesia pun mulai berancang-ancang menyambut regulasi ini. Pemerintah akan memberikan insentif pajak bagi mobil dengan kadar emisi karbon yang memenuhi kriteria atau regulasi.

Vice President Director PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR mengatakan pihaknya masih terbentur soal baterai untuk merealisasikan mobil listrik. Setidaknya ada lima unsur yang mesti terpenuhi pada baterai sehingga bisa diaplikasikan pada mobil listrik Daihatsu.

“Pertama, baterai itu (harus) yang betul-betul tahan lama. Seperti apa, satu, begitu di-charge itu tahan untuk berapa ratus kilometer,” jelas Sudirman, di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/8/2017).

Ia juga menyoroti kecepatan waktu charge baterai tersebut. Kata dia, jangan sampai pengendara berlama-lama menunggu pengisian ulang untuk bisa melanjutkan perjalanan. “Begitu orang men-charge, waktunya bagaimana,” kata Sudirman.

Ketiga, persoalan kekuatan baterai itu sendiri. Baterai yang layak digunakan pada mobil, kata dia, sebaiknya memiliki usia pakai bertahun-tahun. “Kalau cuma enam bulan diganti, kan mahal baterainya,” ucap Sudirman.

Harga baterai, merupakajn unsur keempat, yakni harus benar-benar terjangkau konsumen. Terakhir, bagaimana mendaur ulang baterai itu sendiri. Pasalnya, jika tidak didaur ulang maka limbah baterai bisa menimbulkan permasalahan lingkungan yang baru.

[Baca Juga: Singgung Mobil Listrik di GIIAS 2017, Menteri Airlangga: Inovasi Sangat Penting]

Diakuinya, Daihatsu dan Toyota belum menemukan baterai yang dapat memenuhi lima unsur tersebut. Oleh karena itu, pihaknya dalam jangka pendek hanya bisa memproduksi mobil menggunakan BBM tapi tetap memenuhi syarat ramah lingkungan. “Sedangkan mobil listrik, itu untuk jangka panjang,” pungkasnya.

(abp)