Image

Waduh! Bulan Tertib Trotoar, Ojek dan Pedagang Sekitar Jakarta Barat Masih Ogah Ikuti Aturan

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017, 13:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 10 338 1753283 waduh-bulan-tertib-trotoar-ojek-dan-pedagang-sekitar-jakarta-barat-masih-ogah-ikuti-aturan-lATVuySdFj.jpg Meski dilarang, ojek masih setia mangkal di trotoar saat tidak ada pengawasan (Foto: Iqbal/Okezone)

JAKARTA - Meskipun Agustus ini ditetapkan oleh pemerintah DKI Jakarta sebagai bulan tertib trotoar, namun hingga kini masih saja ditemui adanya pelanggaran. Di beberapa titik yang ada di Jakarta Barat, trotoar masih digunakan sebagai sarana parkir liar hingga berjualan.

Pantauan Okezone, di Jakarta Barat ada beberapa titik yang hingga saat ini mengunakan trotoar sebagai sarana parkir maupun untuk berjualan. Di jalan Daan Mogot, Grogol Raya dan juga Kalideres, di titik ini bukan hanya tukang ojek, tetapi masih banyak yang menggunakan trotoar sebagai lahan berjualan.

Terpisah, di jalan S Parman menuju Pancoran tepatnya di samping gedung Pengadilan Negeri Jakarta Barat trotoar justru dijadikan sarana untuk parkir liar. Solihin, salah satu pengguna jalan mengaku, di tempat ini memang sudah tradisi menyediakan trotoar untuk jasa parkir.

"Kalau untuk parkir alternatif tercepat ya di situ. Kebanyakan si yang parkir itu yang punya keperluan di Pengadilan," kata dia kepada Okezone (10/8/2017).

Menurut dia, untuk tarif yang diminta oleh petugas parkir liar, untuk sebuah motor dikenakan Rp3000 sekali parkir. "Kalau mobil itu biasanya Rp5-10 ribu sekali parkir," ujar dia.

Solihin melanjutkan, saat dilakukan operasi oleh petugas, tempat itu akan sepi dari pengguna jasa parkir liar. Namun, selanjutnya para petugas parkir liar dan juga pengguna parkir ini kembali menggunakan trotoar sebagai wadah tempat parkir.

Baca juga: Bulan Tertib Trotoar, PKL: Sudah Enggak Ada Petugas, Ya Dagang Lagi

"Kalau ada razia si mereka juga pada sepi dan tidak menjadikan lahan itu sebagai tempat parkir. Tapi kalau petugas pergi nanti juga datang lagi," tuturnya.

Sementara, seorang pedagang, Ina yang berjualan di Jalan Raya Daan Mogot mengaku hanya penjual kopi keliling. Namun begitu, menurut dia tempat dan lokasi yang paling tepat untuk berjualan yakni trotoar. "Saya kan bawa sepeda, jadi kalau jualan di pinggir jalan itu pasti bahaya. Nah kalau di trotoar ini kan hanya pejalan kaki, toh saya juga tidak mengganggu," ujarnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini