Image

Kementerian Agama: Bus yang Menabrak Polisi Bukan Pembawa Jamaah Haji

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis, 10 Agustus 2017 - 21:50 WIB
Bus yang Mengalami Kecelakaan Tidak Mengangkut Jamaah Haji (Foto: Kemenag Madina) Bus yang Mengalami Kecelakaan Tidak Mengangkut Jamaah Haji (Foto: Kemenag Madina)

MEDAN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal, memastikan bahwa bus yang menabrak seorang personel Polisi di Pahae Jae, Tapanuli Utara, Kamis (10/8/2017), bukanlah bagian dari rombongan bus merek ALS pembawa jemaah calon haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang akan menuju Asrama Haji Medan.

Kepala Kemenag Kabupaten Madina, Muksin Batubara mengatakan, bus yang menabrak Polisi itu merupakan bus merek ALS lain yang menyelip diantara konvoi bus pembawa jamaah.

"Kami tegaskan bahwa tidak ada bus ALS rombongan jamaah haji Kabupaten Madina yang mengalami kecelalaan lalu lintas atau menabrak. ALS yang mengalami kecelakaan tersebut adalah Bus ALS yang nyelip diantara bus bernomor 3 dan 4 yang membawa rombongan jamaah," terangnya, Kamis (10/8/2017).

Muksin menyebutkan, kecelakaan itu terjadi pada saat rombongan bus hendak melewati jalan yg penuh lumpur dan berair serta sempit. Tiba-tiba bus ALS yang tidak membawa jemaah itu hilang kendali dan menabrak korban.

"Akibat kecelakaan itu, bus ALS Nomor 4 yang bawa rombongan jamaah tidak bisa lewat, maka panitia haji Madina melangsir jamaah yg ada di bus 4 dan dipadatkan ke bus 1, 2 dan 3. Saat ini bus 1,2 dan 3 pembawa jamaah itu sudah jalan menuju Medan. Mungkin sebentar lagi sampai," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang personel Polisi dari Polres Tapanuli Utara, meninggal dunia di RS Tarutung, Tapanuli Utara, setelah sebelumnya ditabrak oleh salah satu bus ALS yang berkonvoi dengan bus pembawa calon jemaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal yang akan menuju Asrama Haji Medan.

Belum diketahui identitas pasti personel Polri itu. Namun informasi yang dihimpun petugas tersebut ditabrak saat membantu para calon jemaah melewati material longsoran dengan berjalan kaki.

Kabar mengenai tewasnya seorang anggota Polri itu mencuat setelah pesan whatsapp berisi kronologis kecelakaan itu disampaikan melalui dari akun yang mengatasnamakan Kapolres Taput, AKBP Jonius TP Hutabarat beredar di kalangan media.

Dalam pesan yang beredar itu, Jonius juga mengatakan, jika sebelum terjadinya kejadian nahas itu, ada kemacetan di jalan lintas Pahae Jahe menuju Sipirok, diakibatkan adanya pelebaran jalan.

"Bukit di pinggir jalan di kerok, untuk mempelebar jalan, sehingga jalanan dipenuhi tanah gunung. Kebetulan hujan terus sepanjang malam, akibatnya jalan licin dan posisi turunan serta tidak bisa dilalui. Sementara ada rombongan jemaah calon haji dari Madina menggunakan lima bus, karena harus cepat ke Medan, sehingga kita prioritaskan. Tiga bus sudah lewat dan aman. Tapi, bus keempat tiba-tiba meluncur dari atas dan lepas kendali," ungkap Jonius dalam pesan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi, mengatakan benar adanya seorang petugas kepolisian yang meninggal dunia, setelah ditabrak bus saat hendak menolong jemaah calon haji.

"Iya benar seorang petugas polisi meninggal di Taput, setelah membantu jemaah haji. Tapi untuk datanya kita masih menunggu dari Kapolres Taput, karena beliau masih ada ibadah," tutur Rina saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, akibat terjebak longsor di wilayah Pahae Jahe, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, bus rombongan jemaah calon haji yang berasal dari Madina kelompok terbang (kloter) 14 embarkasi Medan, dipastikan terlambat tiba di Asrama Haji Medan.

Menurut jadwal, seharusnya para jamaah calon haji asal Madina tersebut tiba di Asrama Haji Medan pada Kamis, pukul 15.00 WIB. Namun, akibat longsor tersebut, mereka diperkirakan tiba pukul 22.00 WIB.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming