nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar SD Tewas di Sekolah, Kepala SDN Longkewang: Meninggalnya SR di Luar Jam Pelajaran Sekolah

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017 18:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 10 65 1753538 pelajar-sd-tewas-di-sekolah-kepala-sdn-longkewang-meninggalnya-sr-di-luar-jam-pelajaran-sekolah-ZIynsBrVeF.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

SUKABUMI – Lokasi tewasnya pelajar tingkat sekolah dasar berinisial SR (8) lantaran diduga berkelahi dengan temannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Longkewang di Desa Hegarmanah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ternyata kekurangan guru.

Fakta itu disampaikan oleh Kepala Seksi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Asep Saepudin di Sukabumi.

"Hasil berkoordinasi dengan pihak sekolah, ternyata SDN Longkewang Kecamatan Cicantayan kurang satu guru dan ruang kelasnya pun juga kurang," ungkap Asep.

Sementara pihak Disdik belum mau menyimpulkan apakah kasus tewasnya pelajar SD kelas 2 yang diduga akibat berkelahi dengan rekannya tersebut gara-gara kekurangan personel tenaga pendidik. Namun, kata dia, kekurangan guru tersebut dalam waktu dekat ini akan diatasi.

"Pascakejadian ini, kami akan evaluasi kekurangan sekolah dan tidak hanya SDN Longkewang saja tetapi sekolah lainnya juga agar tidak terjadi kasus serupa," tambah dia.

Selain itu, pihaknya juga akan memantau pelayanan pendidikan di SD ini, apakah dengan jumlah guru tersebut seluruh pelajar bisa menyerap ilmu yang diberikan pendidikan atau tidak.

Di samping kekurangan tenaga pendidik, rupanya sekolah yang menjadi saksi bisu kematian SR juga mengalami kekurangan kelas untuk proses belajar dan mengajar.

Ia menyebut, di sana hanya ada lima ruang kelas saja. Hal itu menyebabkan pelajar kelas II harus masuk siang atau pukul 10.00 WIB setelah kelas I pulang sekolah. Untuk mengatasi kurangnya kelas tersebut, Asep mengatakan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan seksi lainnya di Disdik.

Sementara itu, Kepala SDN Longkewang Ade Rohman Gunawan membantah penemuan fakta kekurangan guru tersebut. Ia mengatakan, jumlah guru di sekolahnya ada 10 orang termasuk kepala sekolah. Dari jumlah tersebut ada enam guru PNS dan sisanya honorer dan operator.

Kemudian, untuk jumlah murid dari kelas I sampai VI ada sebanyak 92 orang atau rata-rata setiap kelas jumlah muridnya sebanyak 15 orang, bahkan untuk kelas I hanya 11 orang, sehingga jumlah guru dan pelajarnya bisa dikatakan memadai.

"Kejadian meninggalnya SR bukan saat jam sekolah, walaupun lokasi kejadiannya ada di halaman sekolah. Setiap harinya ada guru yang bersiaga datang lebih awal dari muridnya untuk memantau setiap kegiatan anak didiknya tersebut," pungkas Ade Rohman.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini