nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar SD Tewas di Sekolah, Mensos: Pihak Sekolah Harus Bertanggung Jawab!

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017 19:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 10 65 1753544 pelajar-sd-tewas-di-sekolah-mensos-pihak-sekolah-harus-bertanggung-jawab-ySQvFkXnIu.jpg Foto: Dok Okezone

JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa angkat bicara atas kematian SR, pelajar SD kelas 2 di SDN Longkewang, Sukabumi, Jawa Barat. Ia tewas karena diduga berkelahi dengan teman sebayanya.

Khofifah menilai, pihak sekolah harus bertanggung jawab atas aksi brutal yang dilakukan siswa SD Longkewang tersebut. "Karena terjadi di lingkungan sekolah maka pihak sekolah, dalam hal ini guru kelas dan kepala sekolah, harus bertanggung jawab," kata Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/8/2017).

Khofifah menyesalkan kejadian yang menimpa SR. Pihak sekolah, kata dia, harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Pasalnya, siswa yang baru saja duduk di kelas 2 tersebut meninggal setelah mengalami benturan di bagian kepala.

Ia menganggap, ada unsur kelalaian yang dilakukan guru dalam kasus ini. Guru, lanjut dia, bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan etika dan adab kepada anak-anak.

"Semestinya, guru bisa langsung merespons, bisa dengan menengahi kedua anak itu atau memanggil orangtuanya. Apabila sudah tidak bisa lagi, maka harus dicari solusi efektif sampai kemungkinan mengembalikan kepada orangtuanya," tuturnya.

Kasus seperti ini, ungkap Khofifah, seharusnya tidak akan terjadi jika guru lebih awas dan peka dalam memonitor sikap dan prilaku murid didiknya. Bahkan, ia meyakini bila kejadian tersebut adalah puncak konflik akibat saling ejek yang berujung dengan perkelahian.

Soal hukuman yang bisa dibebankan pada pelaku yang usianya masih anak-anak, Khofifah mengatakan bahwa bentuk hukuman harus berdasarkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

"Proses hukum tetap bisa dilakukan, namun tetap harus mempertimbangkan hak-hak anak. Meskipun, dari aspek pidana, jelas ini sebagai bentuk kejahatan," ujarnya.

Seperti diketahui, SR meninggal dunia diduga setelah terlibat perkelahian dengan temannya pada Selasa, 8 Agustus 2017. SR diduga menjadi korban perundungan atau "bullying".

Sementara untuk saat ini, peristiwa tersebut sedang diselidiki jajaran Polres Sukabumi. SR diduga tak hanya dipukul. Tetapi, ada dugaan telinga SR disumbat menggunakan keripik, dan disiram dengan minuman ringan.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini