Image

Bos First Travel Ditetapkan Tersangka, Bareskrim Tak Tutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at, 11 Agustus 2017 - 09:35 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. (Foto: Dok Okezone) Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Polri terus melakukan penyelidikan atas kasus penipuan dan penggelapan terhadap ribuan jamaah umrah yang dilakukan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, setelah menetap Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan ada calon tersangka lainnya.

"Untuk calon tersangka baru bisa saja. Nanti dilihat peran masing-masing orang besar tidak," katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (10/8/2017).

(Baca Juga: Pasca-Ditetapkan Tersangka, Bos First Travel Jadi Penghuni "Hotel Prodeo")

Oleh sebab itu, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh karyawan yang memiliki jabatan di perusahaan tersebut.

"Misalnya ya seorang bendahara nanti apakah dalam melakukan sistem pembukuannya benar atau tidak, kalau dia benar ya tidak (ditetapkan tersangka)," ungkapnya.

Akan tetapi, jika ada karyawan yang menyalahgunakan wewenang, akan dijerat pasal yang sama. Oleh sebab itu, Polri akan melihat setiap peranan para karyawan dalam kasus ini.

"Tapi kalau dia tidak benar dia bisa kena Pasal 374 melakukan praktik penipuan di dalam jabatannya. Itu potensi suspect itu bisa dengan melihat peran-perannya," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Dirtipidum telah melakukan penangkapan terhadap Direktur Utama First Travel di Kompleks Kementerian Agama Republik Indonesia di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Saat itu keduanya ditangkap usai melakukan menggelar konferensi pers.

Setelah ditangkap, pasangan suami istri ini langsung ditetapkan sebagai tersangka kemudian dijebloskan ke rutan Bareskrim.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming