Dilapor ke KPK, Ini 5 Megaproyek di Kota Malang Diduga Terindikasi Korupsi

Hari Istiawan, Okezone · Jum'at 11 Agustus 2017 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 11 519 1754262 dilapor-ke-kpk-ini-5-megaproyek-di-kota-malang-diduga-terindikasi-korupsi-KNPYxFggS3.jpg KPK geledah ruang kerja Wali Kota Malang (Antara)

MALANG - Malang Corruption Watch (MCW) pernah merilis lima megaproyek di Kota Malang, Jawa Timur yang bermasalah. Lembaga itu sudah melaporkan temuan indikasi korupsi dari proyek itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kedatangan tim penyidik KPK untuk operasi selama tiga hari di Kota Malang seolah menjadi jawaban bahwa banyak persoalan korupsi di Kota Malang yang terjadi. Penggeledahan, penyegelan serta penyitaan bukti-bukti pendukung dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di kota yang dipimpin M Anton berlangsung mulai 9-11 Agustus 2017.

MCW pada 2014 pernah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ke KPK. Lima mega proyek tersebut adalah pembangunan jembatan Kedungkandang yang hingga kini mangkrak. Proyek paku jalan, proyek drainase, uji kir, dan pajak.

Dalam rilisnya tahun lalu, MCW melansir daftar megaproyek bermasalah yang diangarkan 2016, di antaranya pengerjaan saluran drainase jacking sistem senilai Rp16 miliar.

Kemudian proyek pembangunan jembatan kedungkandang yang kembali dianggarkan pada tahun 2016 dengan anggaran multiyears senilai Rp95 miliar. Lalu proyek RSUD senilai Rp 83, 787 miliar.

Subur Triono, anggota DPRD Kota Malang mengaku, pernah dimintai keterangan oleh penyidik KPK seputar lima proyek besar tersebut. "Saya dipanggil untuk klarifikasi soal APBD 2015 yang ada lima proyek besar. Salah satunya soal jembatan kedungkandang yang ditanyakan ke saya," ujar Subur yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Jumat (11/8/2017).

Ia juga mengaku tidak hanya dirinya saja yang dipanggil KPK tapi ada 23 anggota dewan lainnya yang mayoritas anggota Badan Anggaran DPRD Kota Malang.

KPK dalam tiga hari ini memang gencar beroperasi di Kota Malang. Bahkan, Ketua DPRD Kota Malang Arief sudah ditetapkan sebagai tersangka. Buntutnya, politikus PDI Perjuangan itu pun mundur dari jabatannya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini