Image

Masuki Era Digital, Nih Persiapan yang Perlu Dilakukan Pemuda Indonesia

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 07:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 65 1754124 masuki-era-digital-nih-persiapan-yang-perlu-dilakukan-pemuda-indonesia-evfq7qUl7A.jpg Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Masa depan adalah sebuah tantangan bagi generasi mendatang. Apalagi di era revolusi industri ke-4. Dibutuhkan penanaman skill dan daya inovasi untuk segenap mahasiswa di Indonesia demi memenangkan masa depan yang akan datang.

Itulah yang dikatakan akademisi asal Bandung, Dr.Eng. Sandro Mihradi yang juga menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ungkapan itu dipaparkan dalam orasi ilmiah pada segenap mahasiswa baru.

Bagi Sandro, era revolusi ke-4 ini adalah sebuah revolusi digital dengan akses informasi dan pengetahuan yang tak terbatas.

"Revolusi industri keempat jelas berbeda dengan revolusi lainnya. Karena pada saat ini, teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Akses terhadap informasi dan pengetahuan juga semakin membesar," kata Sandro seperti dilansir dari laman ITB, Minggu (13/8/2017).

Sementara revolusi industri pertama adalah inovasi dalam bidang mekanikal seperti mesin uap atau alat pemintal benang. Lantas revolusi industri kedua menyajikan terobosan dalam produksi massal tenaga listrik. Selanjutnya, revolusi industri ketiga ditandai dengan kemajuan pesat dalam bidang elektronika dan ICT (Information and Communication Technology).

"Saat ini, revolusi industri keempat mulai dirasakan kehadirannya lewat terobosan dan inovasi digital juga teknologi, seperti dalam bidang robotika, teknologi nano, komputasi kuantum, intelejensia buatan, dan berbagai jenis otomasi," paparnya.

Menurutnya, perubahan yangt terjadi di revolusi industri keempat ini mampu mengguncang banyak perindustrian dan perusahaan. Mudahnya akses informasi dan kemudahan berkat teknologi lainnya adalah satu hal positif dari hadirnya revolusi keempat tersebut. Namun, saat ini, ada juga ancaman yang mengintip bagi para generasi baru.

"Di sisi lain, para tenaga kerja dengan skill rendah terancam akan tergantikan oleh otomasi-otomasi dan robot yang diterapkan dalam berbagai industri," kata lulusan Toyohashi University Of Technology tersebut.

Lengsernya tugas yang dikerjakan manusia dan digantikan oleh robot tersebut, menurut Sandro juga diakibatkan oleh kesenjangan skill dan ekonomi. Ia menyebut, setidaknya ada 10 skill utama yang dibutuhkan pada 2020 menurut laporan World Economic Forum 2016 bertajuk The Future Jobs.

"Skill-skill tersebut antara lain pemecahan masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen sumber daya manusia, koordinasi, kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan," papar dia.

Di samping itu, lanjut dia, mahasiswa juga harus memiliki kemampuan orientasi dalam melayani, negosiasi, dan fleksibilitas.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini