Image

Mantap! Mahasiswa Surabaya Kembangkan Inovasi Medis untuk Deteksi Penyakit Jantung Bawaan

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Mahasiswa Indonesia kini tengah giat mengembangkan karya inovasi di bidang medis. Seperti yang dilakukan para mahasiswa di Surabaya yang menciptakan alat monitor penyakit jantung bawaan bernama Stevity.

Stevity, alias Smart Telemonitoring and Blood Viscosity ini dikembangkan oleh lima mahasiswa di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Alat tersebut berfungsi memonitor elektrokardiograf (EKG) dan viskositas darah dan dapat mengklasifikasikan penyakit jantung bawaan.

Lima mahasiswa itu antara lain Titania, Astryd, Ichrom Septa, Aji Sapta dari Teknobiomedik, serta Kretawiweka dari jurusan Sistem Informasi.

Salah satu mahasiswa Titania mengatakan, latar belakang pembuatan alat Stevity ini didasari dari banyaknya bayi yang lahir di Indonesia menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Pasalnya, berdasarkan data Indonesian Heart Association pada 2011, 48.800 bayi yang lahir di Indonesia dari angka 6.600.000 merupakan bayi dengan PJB.

Nahasnya, lanjut Titania, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa sering kali PJB tidak memberikan gejala yang khas, sehingga diperlukan pemantauan yang cermat untuk mendeteksi PJB.

"Karena itu dibutuhkan monitoring hingga anak yang menderita penyakit jantung bawaan tumbuh dewasa," kata Titania seperti dilansir dari laman Unair, Sabtu (12/8/2017).

Alat ini juga merupakan inovasi yang pertama mengintegrasikan pengukuran viskositas darah secara non-invasive dan EKG untuk monitoring dan klasifikasi penyakit jantung bawaan.

"Stevity ini cukup user friendly bagi tenaga medis, jadi dapat mengidentifikasi bayi yang terkena penyakit jantung bawaan, sejak dari dini dan segera dapat ditangani," lanjutnya.

Selain itu, alat ini juga menampilkan data secara real time melalui website resminya. Di samping itu, Stevity juga dirancang dengan slot baterai dan dikemas dalam package, sehingga alat ini menjadi portable, artinya dapat digunakan kapan pun dan dimana pun.

"Ke depannya kami berharap Stevity ini dapat membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung dan dapat membantu menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal)," tandasnya.

Dok. Unair

(Foto: Dok. Unair)

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x