Image

Hebat! Tanaman Tidak Bermanfaat Ini Bisa Diubah Jadi Antiseptik

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017, 15:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 11 65 1754323 hebat-tanaman-tidak-bermanfaat-ini-bisa-diubah-jadi-antiseptik-VHW8EERzHs.jpg Foto: Ilustrasi

MAKASSAR - Ada-ada saja inovasi yang diciptakan dari berbagai peneliti dan akademisi di Indonesia. Pasalnya, seorang akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengubah tanaman bandotan menjadi antiseptik.

Tanaman bandotan yang tumbuh di sekitaran Jawa Tengah kerap dianggap gulma oleh masyarakat. Namun hal itu tidak berlaku di tangan Dian Wahyu Harjanti, seorang akademisi Undip. Ia mengubah tanaman bandotan sebagai antiseptik dan desinfektan Agira Mastic.

Dian mengatakan, produk ini berawal dari kecemasannya terkait tingginya cemaran bakteri dalam susu yang dihasilkan oleh sapi perah di Jawa Tengah dibandingkan dengan daerah lain.

"Hal ini bisa terjadi karena infeksi bakteri ketika selesai pemerahan. Masih ada waktu sekitar 10 detik sebelum puting menutup sempurna setelah pemerahan," kata Dian di Makassar, baru-baru ini.

Bermula dari keresahan tersebut, Dian lantas mengembangkan Agera Mastic yang terbuat dari herba lokal Ageratum conyzoides atau lebih dikenal masyarakat dengan tanaman bandotan. "Produk ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri baik bakteri gram positif dan negatif," imbuhnya.

Menurut dia, produk yang telah dipamerkan di ajang RITECH Expo 2017 tersebut, bisa diaplikasikan pada sapi perah, kambing, dan ayam broiler. "Untuk sapi perah dan kambing, produk ini berfungsi sebagai antiseptik dengan cara mencelupkan putting susu (dipping) selama 10 detik pada larutan Agera Mastic setelah dilakukan pemerahan susu," lanjutnya.

Sementara, dia melanjutkan, untuk ayam broiler, produk ini berfungsi sebagai desinfektan. "Cara aplikasinya yaitu dengan menyemprotkan larutan ini pada setiap bagian kandang sebelum ayam dimasukkan," jelasnya.

Bukan hanya untuk hewan seperti sapi, kambing, dan ayam broiler saja. Namun, kata Dian, tak menutup kemungkinan produknya tersebut digunakan oleh manusia. "Ini bisa juga digunakan untuk membersihkan kandang burung bahkan tidak menutup kemungkinan digunakan sebagai antiseptik & desinfektan pada manusia. Namun saat ini baru kita gunakan pada hewan," tambahnya.

Produk antiseptik dan desinfektan dari tanaman bandotan ini juga bersifat ramah lingkungan. "Inovasi tidak selamanya berbiaya tinggi, dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, inovasi pun bisa dilakukan bahkan dengan biaya yang murah meriah," tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini