facebook pixel

Soal Standar Emisi Euro4, Wuling: Kami Bakal Ikuti Pemerintah

Pabrik Wuling Motors (Foto: Santo/Okezone)

Pabrik Wuling Motors (Foto: Santo/Okezone)

TANGERANG - PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Wuling di Indonesia baru meluncurkan produk pertamanya di segmen low MPV yaitu Confero S. Mobil tersebut dibekali mesin 1,5 liter dengan teknologi DOHC C-VVT yang terhubung ke transmisi manual lima percepatan. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 105 hp pada 5.800 rpm dengan torsi puncak 142 nm pada rentang 3.800-4.000 rpm.

Mesin yang digunakan pada mobil pesaing Toyota Avanza cs masih berstandar emisi Euro2, mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

(Baca juga: Produsen Mobil China Wuling Mulai Produksi Confero S di Bekasi)

"Sebenarnya kami sudah ada persiapan untuk Euro4. Tapi saat ini karena di Indonesia baru Euro2 ya sudah kami ikut masukkan mesin dengan standar emisi Euro2," ujar Cindy Cai, vice president of vehicle, sales, service, and marketing Wuling Motors, di pameran GIIAS 2017, Jumat (11/7/2017).

Pihaknya baru akan mendatangkan mesin dengan standar emisi Euro4 bila aturan sudah dijalankan. "Kalau ke depannya dari pemerintah mau Euro 4 kami bakal ikuti," terang Cindy.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MLHK) Siti Nurbaya Bakar telah menandatangani peraturan Menteri LHK NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan standar emisi Euro4. Penandatanganan dilakukan pada 10 Maret 2017. Aturan tersebut mengharuskan kendaraan yang dijual di Indonesia menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan spesifikasi standar Euro4. Saat ini Indonesia masih menggunakan standar Euro2 sejak 2005.

Peraturan tersebut akan berlaku efektif pada September 2018 untuk bensin dan 2021 untuk BBM solar (diesel) terhitung sejak aturan ini ditandatangani.

(Baca juga: Wuling Masuk Indonesia, Gaikindo Belum Akan Revisi Target Penjualan Mobil)

Peraturan ini sangat penting karena tidak hanya berimbas positif bagi lingkungan, tetapi juga bagi industri automotif. Sebenarnya pada 2013 sudah banyak pihak yang mendesak agar pemerintah mengeluarkan aturan standar emisi Euro4. Namun terkandala dengan infrastruktur, terutama ketersediaan bahan bakar. (san)

(ton)
​