Image

Seperti Apa Teknologi Mobil Listrik yang Cocok untuk Indonesia, Ini Penjelasan Nissan

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017, 17:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 12 15 1754819 seperti-apa-teknologi-mobil-listrik-yang-cocok-untuk-indonesia-ini-penjelasan-nissan-QlIUqjQetQ.jpg Nissan Note e-Power di GIIAS 2017 (Foto: Santo/Okezone)

TANGERANG - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku agen pemegang merek (PAM) mobil Nissan di Indonesia kembali berpartisipasi dalam pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, di ICE, BSD City.

Di samping memamerkan produk unggulan, Nissan juga membawa satu mobil listrik berteknologi e-Power yaitu Note. Mobil jenis hatchback tersebut baru saja diluncurkan di Jepang tahun lalu dan langsung mendapat sambutan yang positif.

Nissan sengaja menghadirkan Note e-Power sebagai upaya memberikan edukasi kepada pengunjung pameran seperti apa cara kerja dari teknologi tersebut. Lewat mobil ini pula Nissan ingin menunjukkan bahwa perusahaan sudah siap jika nantinya pemerintah menerbitkan regulasi mobil listrik.

(Baca Juga: Tegas! JK: Pengembangan Mobil Listrik Itu Tantangan & Harus Dijalankan)

"Sudah siap, karena produknya (mobil listrik) sudah ada di Jepang. Jika pemerintah mau bikin regulasi kami akan ikut dan kami mendukung aturan pemerintah," ujar Eiichi Koito, presiden direktur NMI, di pameran GIIAS 2017, Sabtu (12/8/2017).

Namun dari beberapa model mobil listrik yang kini dimiliki Nissan Motor, Koito belum bisa menyebutkan produk mana yang bakal dipasarkan di Indonesia. Namun bila dikaitkan ke teknologinya, e-Power paling cocok untuk Indonesia. Seperti diketahui, Nissan juga memiliki mobil listrik Leaf.

(Baca Juga: Duuh! Indonesia Masih Berkutat di LCGC, Negara Lain Sudah Mobil Listrik)

"Belum tahu (model kendaraan yang mana) bergantung dari regulasi. Nissan global teknologinya sudah ada, kalau pemerintah Indonesa sudah siap regulasi kami pikir akan masukkan (mobil listrik ) ke pasar di sini. Tapi bantuan pemerintah seperti apa," tambah dia.

(Baca Juga: Bakal Ada 2 Juta Mobil Listrik, JK: Jangan Khawartir soal Pasokan Listrik)

Dijelaskannya e-Power cocok karena tidak perlu infrastruktur khusus seperti alat pengisian ulang baterai, karena mobil sudah dilengkapi dengan generator.

"Ini mobil listrik, tapi ada engine kecil untuk generator saja. Bedanya dengan hybrid, kadang-kadang pakai motor untuk memutar mesin juga. Tapi kalau e-Power drive-nya listrik sendiri, tapi ada charging engine-nya ada jadi tidak perlu infrastruktur charging," pungkas dia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini