Image

TOP AUTOS OF THE WEEK: GIIAS 2017, Indonesia Menuju Mobil Listrik!

Anton Suhartono, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 06:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 12 15 1754862 top-autos-of-the-week-giias-2017-indonesia-menuju-mobil-listrik-9BPyPccKSb.jpg Nissan Note e-Power di GIIAS 2017 (Foto: Santo/Okezone)

JAKARTA - Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 menjadi momentum bagi Indonesia dalam mengupayakan terealisasinya mobil listrik. Saat membuka pameran automotif tahunan ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan dibutuhkan inovasi untuk bisa merealisasikan mobil listrik. Apalagi, pengembangan teknologi mobil tanpa emisi karbon ini juga dilakukan di Indonesia.

(Baca Juga: Singgung Mobil Listrik di GIIAS 2017, Menteri Airlangga: Inovasi Sangat Penting)

“Kami menegaskan bahwa pengembangan pusat-pusat inovasi menjadi sangat penting, di mana electric vehicle menjadi salah satu pengganti moda gerak berbahan bakar (yang menghasilkan emisi) karbon," ungkapnya.

Pemerintah tengah menyusun draf mobil listrik. Draf itu akan dibawa ke Presiden Joko Widodo untuk dijadikan Keputusan Presiden (Keppres). Salah satu instrumen dari draf tersebut adalah insentif struktur pajak yang akan diberikan kepada produsen yang memproduksi mobil ramah lingkungan di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah tidak akan melarang agen pemegang merek (APM) mengimpor mobil listrik. Asal, harus taat dengan aturan pajak yang berlaku. Mobil listrik yang diimpor pun akan masuk dalam skema yang diberikan insentif pajak.

Saat membuka, Gaikindo International Automotive Conference, keesokan harinya di pameran yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa dunia sudah semakin peka dengan ancaman polusi dari bahan bakar kendaraan.

(Baca Juga: Tegas! JK: Pengembangan Mobil Listrik Itu Tantangan & Harus Dijalankan)

"Bahwa mobil juga merupakan suatu obyek atau merupakan suatu yang penting dalam pemeliharaan lingkungan. Saat ini dunia sudah sangat peka," ujar JK.

Menurut JK, ada dua hal di dunia yang menjadi perhatian banyak orang dan bersifat universal, yaitu demokrasi dan lingkungan. Keduanya harus sama-sama dijaga. Demokrasi penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, sedangkan lingkungan untuk keberlangsung kualitas hidup.

Inilah yang menjadi landasan penting dalam mengembangkan mobil listrik dan hybrid, sebagaimana tengah disiapkan pemerintah. Menurut JK, mobil listrik akan menjadi tantangan baru bagi Indonesia ke depannya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

"Pengembangan mobil listrik dan hybrid Itu merupakan suatu tantangan dan harus dijalankan sebaik-baiknya. Bagi Indonesia ini kebijakan pemerintah, seperti disampaikan Menperin (Airlangga Hartarto) bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan dan tentunya juga aturan-aturan yang baik untuk seluruh mobil listrik," pungkasnya.

Pameran GIIAS 2017 juga menjadi ajang bagi APM dalam memamerkan produk kendaraan bermotor listrik. Beberapa APM yang membawa kendaraan listrik dan hybrid adalah Toyota dengan C-HR dan Prius Gen 4.0, Nissan dengan hatchback Note, BMW memboyong i3, serta Mitsubishi Fuso menghadirkan truk e-Canter.

(Baca Juga: Target 20% Mobil Listrik di 2025, Pemerintah Siapkan Skema Pajak Barang Mewah)

Mobil-mobil itu belum dijual di Indonesia, bahkan ada yang baru sebatas mobil konsep. Namun para APM berkomitmen menghadirkannya ke pasar Indonesia dalam waktu dekat, tentunya begitu infrastruktur dan skema insentif pajaknya sudah selesai. Dengan demikian harga mobil hybrid dan listrik akan bisa terjangkau serta pemiliknya tak khawatir menggunakan kemana pun lantaran stasiun pengisian baterai sudah tersedia di banyak tempat.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini