Image

Kasihan... Terbelit Hutang, Keluarga Ini Terpaksa Hidup di Tenda

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu, 12 Agustus 2017 - 12:06 WIB
Keluarga Gareth Agius. (Foto: MEN Media) Keluarga Gareth Agius. (Foto: MEN Media)

KINGSTON UPON HULL - Sebuah keluarga di Inggris yang terdiri dari 9 orang terpaksa hidup di dalam tenda akibat terbelit hutang. Keluarga Agius diusir dari rumah mereka di Bilton Grange, Hull sekira 5 minggu yang lalu dan terpaksa tinggal di tenda yang dibangun di halaman belakang sebuah rumah.

Gareth Agius sang kepala keluarga mengaku terbelit hutang sekira lebih dari Rp100 juta terkait pembayaran cicilan rumah. Ia menyebut, hutang itu muncul akibat adanya kesalahan dalam pembayaran sewa. Pria berkepala pelontos itu tak menyangka karena hal itu keluarganya akan berada di situasi menyedihkan seperti saat ini.

"Saat ini aku tinggal di tenda yang dibangun di belakang rumah kekasihku. Aku mengakui telah membuat kesalahan karena sistem pembayaran cukup membingungkan. Tapi bukan berarti kita harus hidup seperti ini. Aku merasa putus asa dan nyaris kehilangan pekerjaan. Tapi anak-anak benar-benar kuat," ujar Agius sebagaimana dilansir Daily Mail, Sabtu (12/8/2017).

Mr Agius, who works for his uncle in soft drinks distribution, is not the biological father of the children but says he has been like a dad to them since he met Ms Hooper

(Foto: MEN Media)

Pria berusia 26 tahun itu mengaku kecewa karena telah mengecewakan anak-anaknya dan tak memberikan mereka tempat tinggal yang layak. Ia juga mengaku bingung dengan masa depan keluarganya.

"Aku telah mengecewakan mereka dan aku merasa tengah berada di titik terendah. Aku ingin menjadi contoh bagi anak-anakku dan membuat mereka bangga. Aku benar-benar ingin melakukan hal yang benar, tapi aku tak tahu harus berbuat apa," imbuh pria yang bekerja sebagai distributor minuman bersoda tersebut.

Agius sendiri memiliki 7 orang anak dengan rentang usia 9 sampai dengan 18 tahun. Semua anak Agius tersebut merupakan anak angkat dan tak memiliki hubungan darah dengannya. Putra tertuanya diketahui tinggal bersama nenek kandungnya, sementara sisa anaknya harus tidur berdesakan di tenda.

Agius mengaku pada awalnya ia menyewa rumah seharga Rp1,3 juta per minggu dengan dibantu tunjangan perumahan. Namun ternyata rumah yang mereka sewa kemudian dihargai Rp3,1 juta per minggu tanpa ada tunjangan dan membuat Aigus berhutang tanpa sadar.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming