Image

HISTORIPEDIA: Cortes Menaklukkan Tenochtitlan, Mengakhiri Riwayat Kerajaan Aztec

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 12 18 1754885 historipedia-cortes-menaklukkan-tenochtitlan-mengakhiri-riwayat-kerajaan-aztec-L0Dwk2q0K1.jpg Foto: WND.com

SETELAH tiga bulan pengepungan, pada 13 Agustus 1521, pasukan Spanyol di bawah pimpinan Hernan Cortes akhirnya berhasil merebut ibu kota Kerajaan Aztec, Tenochtitlan. Pasukan Cortes kemudian menghancurkan dan meratakan Tenochtitlan dengan tanah dan menangkap Kaisar Aztec, Cuauhtemoc.  

Dilansir dari History, Tenochtitlán didirikan pada tahun 1325 oleh suku pengembara yang hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan, di wilayah Danau Texcoco yang saat ini berlokasi dekat dengan Mexico City. Hanya dalam tempo satu abad, peradaban ini berkembang menjadi kerajaan Aztec, terutama karena sistem pertaniannya yang maju.

Kerajaan Aztec mendominasi Meksiko tengah dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Montezuma II yang naik tahta pada 1502. Pada masa itu, wilayah kekuasaan Kerajaan Aztec kemungkinan membentang sampai sejauh wilayah yang saat ini menjadi Nikaragua modern.

Montezuma II membangun birokrasi, menciptakan provinsi-provinsi yang akan memberikan upeti kepada ibukota kekaisaran Tenochtitlan. Bangsa-bangsa yang ditaklukkan itu membenci tuntutan Aztec yang meminta upeti dan tumbal untuk upacara pengorbanan. Namun,  namun militer Aztec berhasil mencegah terjadinya pemberontakan.

Pada Maret 1519, seorang bangsawan muda Spanyol, Hernan Cortes, tiba di pantai Yucatan dan mendarat di Semenanjung Campeche bersama dengan 500 tentara, 100 pelaut dan 16 kuda. Di sana dia berhasil mengambil hati warga Indian lokal dan mendapatkan seorang budak perempuan yang kemudian dijadikan selirnya.

Cortes melanjutkan perjalannya ke Veracruz di mana dia melatih tentaranya dan menyusun rencana untuk melakukan penaklukan. Setelah mendengar mengenai adanya kekacauan politik di Kerajaan Aztec, Cortes membawa pasukannya ke Tenochtitlan untuk menaklukkan kerajaan tersebut.

Sepanjang perjalannya, Cortes sempat bentrok dengan beberapa suku indian, tetapi banyak di antara mereka yang kemudian menjadi sekutunya setelah mengetahui maksud Cortes untuk mengalahkan kerajaan Aztec yang mereka benci. Pada November 1519, Cortes dan 1.000 pasukan bangsa Tlaxcaltec yang menjadi sekutunya, berhasil memasuki Tenochtitlan tanpa perlawanan.

Montezuma mengira Cortes adalah utusan suci dari dewa Quetzalcatl, yang diramalkan untuk kembali dari timur dalam tahun "Satu Buluh", yang merupakan tahun 1519 pada kalender Aztec. Bangsawan Spanyol itu disambut dengan sangat terhormat, dan Cortés memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk menjadikan Montezuma sebagai sandera agar dia bisa memerintah kekaisaran melalui sang raja. Dengan bantuan selir Indiannya yang bernama Marina, Cortes berhasil meyakinkan Montezuma untuk bekerja sama sepenuhnya.

Setahun kemudian, pada musim semi 1520, Cortes mendengar kabar kedatangan pasukan Spanyol dari Kuba yang dipimpin oleh Panvilo Narvez. Pasukan yang dikirim oleh Diego Velasquez de Cuellar, Gubernur Kuba yang berseteru dengan Cortes, untuk mengambil alih kendali Meksiko dari Cortes.

Sebagai respons, Cortes membawa pasukannya keluar dari Tenochtitlan untuk menghadapi Narvez dengan hanya meninggalkan 80 tentara Spanyol dan beberapa ratus pasukan Tlaxcaltec untuk mengatur ibu kota. Cortes berhasil mengalahkan Narvez dan menarik tentaranya untuk bergabung dengan pasukannya, tetapi saat Cortes kembali ke Tenochtitlan, dia menemukan kota itu dikepung oleh tentara Aztec.

Ternyata pasukan yang diberi tugas oleh Cortes untuk menjaga kota membantai beberapa pemimpin bangsa Aztec, memicu rakyat Aztec ke ambang pemberontakan.

Setelah dikepung selama beberapa pekan, tidak adanya makanan memaksa Cortes dan pengikutnya berjuang untuk bisa keluar dari kota. Banyak di antara mereka yang tewas tenggelam di Danau Texoco saat kapal yang mereka gunakan untuk lari dan mengangkut harta Cortes tenggelam.

Montezuma dilaporkan terbunuh oleh rakyat Aztec yang marah karena pengabdiannya pada orang-orang Spanyol. Posisinya sebagai raja digantikan oleh saudaranya, Cuitlahuac.

Di tengah gerak mundurnya, Cortes berhasil mengalahkan tentara Aztec di Otumba dan bergabung dengan sekutu Tlaxcaltec. Pada Mei 1521, Cortes kembali ke Tenochtitlan dan mengepung kota itu selama tiga bulan sampai akhirnya jatuh pada 13 Agustus 1521.

Jatuhnya Tenochtitlan menandai berakhirnya kerajaan Aztec. Raja Cuauhtemoc yang menggantikan Cuitlahuac ditahan dan dieksekusi, menjadikan Cortes sebagai penguasa Meksiko.

Setelah sempat pulang ke Spanyol pada 1528 untuk melaporkan penaklukannya pada Raja Spanyol, Charles V, Cortes kembali ke Meksiko pada 1530. Dia pensiun di sebuah rumah di selatan Meksiko City. Pada 1540 Cortes kembali lagi ke Spanyol di mana dia diabaikan oleh kerajaan sampai meninggal pada 1547.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini