Image

Presiden Jokowi Ingatkan Perang Ideologi di Dunia Belum Selesai

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu, 12 Agustus 2017 - 13:14 WIB
Presiden RI, Joko Widodo (Foto: Antara) Presiden RI, Joko Widodo (Foto: Antara)

BOGOR - Presiden Joko Widodo mengatakan banyak orang mengira bahwa pertarungan ideologi di dunia sudah selesai, karena tembok Berlin (Jerman) sudah roboh dan usainya perang dingin antara blok barat dan blok timur.

"Tidak, dengan cara berbeda mereka akan masuk, entah lewat musik, entah lewat tari, entah lewat budaya, ekonomi, hati-hati," kata Presiden saat berbicara dalam acara peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di halaman belakang Istana Bogor, Sabtu (12/8/2017).

Presiden mengatakan ideologi Pancasila itu bisa mengarahkan kembali kepada cita-cita bangsa Indonesia dan untuk membendung infiltrasi ideologi dari luar.

"Nanti secara detail UKP Pemantapan Ideologi Pancasila bisa menyampaikan, apa sih yang harus kita kerjakan agar infiltrasi ideologi dari luar dan pertarungan ideologi itu tetap kita menangkan," tutur Presiden.

Jokowi kembali mengingatkan bahwa sekarang ini perubahan dunia sangat cepat sekali, dan transisi ini arus diantisipasi agar tidak terlindas.

"5-10 tahun lagi generasi W generasi Y akan mempengaruhi politik, mempengaruhi landscape pasar, mempengaruhi ekonomi landscape sosial, semuanya akan berubah karena yang mempengaruhi anak-anak muda semuanya yang pegangnya adalah smartphone, handphone, gadget," ujar Jokowi.

Presiden mengingatkan bahwa perubahan itu sudah nyata di depan kita sehingga perlu dilakukan untuk memperkuat diri dengan nilai-nilai karakter bangsa dan keagamaan.

"Semuanya harus kita perkuat karena terjangan ideolgi, pertarungan ideologi, inflitrasi ideologi itu nyata ada, baik lewat media sosial, entah lewat Facebook, Instagram, video blog, Twitter, lewat Pad, bisa lewat semuanya," papar Presiden.

Jokowi mengungkapkan, banyak anak muda saat ini sudah kehilangan karakter bangsa, sehingga perlu diingatkan kembali agar nilai-nilai karakter ke-Indonesia-an hilang karena terjangan infiltrasi ideologi atau pertarungan ideologi yang menjadikan kita kalah".

"Coba lihat inflitrasi budaya itu sudah masuk gang-gang kita. K-Pop tahu semuanya, Gangnam Style tahu semua, SNSD tahu semuanya," ucap Presiden menegaskan.

Jokowi mengaku tidak mempermasalahkan generasi dan mengenal grup-grup band dari negara luar tersebut, tetapi jangan sampai seluruh energi untuk mereka semua.

Palang Pintu 2 Bocah Ini Sambut Kehadiran Presiden Jokowi pada Lebaran Betawi

Presiden juga mengakui kalau dirinya sering menonton grub band luar negeri, bahkan Jumat kemarin dirinya nonton konser musik We The Fest di JI EXPO Kemayoran Jakarta.

"Tadi malam juga saya juga nonton di We The Fest. Saya sampai jam 12.00 tadi malam. Saya nonton," ungkapnya.

Bahkan Jokowi juga menyebut beberapa penyanyi dan grup band luar negeri yang pernah ditontonnya, seperti Metallica, Linkin Park.

"Saya nonton untuk membandingkan posisi kita ada di mana, kekalahan kita ada di mana, kita ada di mana, jangan kita tergerus oleh itu. Senang enggak apa-apa, tapi jangan berikan kesenangan kita semuanya pada dia," kata Presiden.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming