Image

Soal Kocok Ulang Kabinet, 3 Indikator Ini Perlu Diperhatikan Jokowi

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 06:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 13 337 1754932 soal-kocok-ulang-kabinet-3-indikator-ini-perlu-diperhatikan-jokowi-wK196BJtlC.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

JAKARTA - Isu reshuffle kabinet Pemerintahan Jokowi–JK kini terus bergulir. Namun begitu hingga saat ini belum diketahui siapa saja yang akan di-reshuffle.

Pengamat Politik Emrus Sihombing mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh Jokowi dalam mengganti sosok di beberapa kursi menteri. Pertama, persoalan yang berkaitan dengan kinerja Menteri. Hal itu dinilai perlu difokuskan oleh Presiden karena kinerja bakal terlihat hasilnya di masyarakat.

"Kedua, dukungan publik atau media massa terhadap menteri tersebut, dan terakhir loyalitas dia selama menjabat," katanya kepada Okezone, Sabtu (12/8/2017).

Dari ketiga faktor itu, Jokowi bisa melihat hasil maupun prospek kerja yang telah dilakukan para pembantunya itu. Namun begitu, Emrus mengaku hal yang paling utama yang harus dipertimbangkan adalah dukungan publik atau masyarakat. Pasalnya Menteri bukanlah jabatan profesional namun politis.

Baca juga: "Waktu Reshuffle Hanya Tuhan dan Jokowi yang Tahu"

"Presiden harus melihat apakah pencapaian menteri dalam kabinetnya mencapai apa yang ditugaskan. Kemudian dukungan masyarakat juga sangat penting dalam hal ini, karena Menteri bukan jabatan karir tetapi politis" ujarnya.

Menurut dia, dengan mendapat respons baik dari publik, maka Menteri tersebut patut dipertahankan. Sedangkan sebaliknya, jika respons masyarakat buruk, maka Presiden harus mengevaluasi.

"Kementerian yang mendapatkan dukungan positif dari publik perlu dipertahankan. Sedangkan, untuk yang mendapat kritik, sebaiknya presiden bentuk tim survei publik untuk mencari kebenaran, jika memang tidak baik segera harus diganti," ujarnya.

Terakhir, presiden juga harus melihat dari aspek loyalitas kinerja menteri. Masa politik yang akan berlangsung sebentar lagi harus menjadi pertimbangan presiden dalam melakukan reshuffle.

"Misalkan ada yang mau running jadi menteri atau apa pun nanti, itu presiden harus melihat loyalitas dia pada presiden selama menjabat," tuturnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini