Image

Luar Biasa! Ibu dan Anak Borong Kemenangan Lomba Lukis di Kemenkumham

Silviana Dharma, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 13:04 WIB
Juara Lomba Lukis di Kemenkumham Masih Satu Keluarga (Foto: Silvi/Okezone) Juara Lomba Lukis di Kemenkumham Masih Satu Keluarga (Foto: Silvi/Okezone)

JAKARTA - Lomba melukis di atas kanvas sepanjang 300 meter di depan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI berakhir dengan pengumuman juara. Pemenangnya banyak, mulai dari tiga juara pertama hingga juara harapan.

Pihak panitia menyebut bahwa pemenang dipilih berdasarkan keunikan gambar yang diusung dan estetikanya. Di antara para pemenang, satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua putrinya, memborong pulang kemenangan di ajang lomba lukis massal Bulan Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang diselenggarakan oleh Kemenkumham tersebut.

Nama Gita Kirani (9) keluar sebagai juara pertama lomba lukis massal Kemenkumham kategori anak-anak. Lukisannya mengambil tema perayaan 17 Agustus. Ada panjat pinang dan permainan lain di sekitarnya. Gadis berkerudung ungu tersebut mendapatkan sepeda sebagai hadiahnya.

Pemenang untuk kategori peserta umum tak lama kemudian juga disebutkan. Siapa sangka, ibunya, Siti Surati, juga dipanggil naik ke atas panggung dan meraih peringkat satu lomba lukis bertemakan, "Merdeka Jiwa Raga, Berkarya untuk Indonesia."

Guru TK dan SDN di Bekasi tersebut lantas berhasil membawa pulang uang senilai Rp10 juta. Ucapan syukur keluarga ini belum usai. Ketika juara harapan keempat diumumkan, giliran putri sulung Siti sekaligus kakak perempuan Gita, menyusul naik ke atas panggung. Nur Hanif Anggraini (14) mendapatkan hadiah uang tunai Rp1 juta.

Siti Surati mengaku senang dan bangga mendapati mereka bertiga bisa sama-sama berpartisipasi dan sama-sama membawa pulang kemenangan. Prestasi yang menurutnya tak terkira bahagianya.

"Bagi saya, seni dan melukis itu hiburan ya. Jadi ketika saya mengajar anak orang lain menggambar, mengapa tidak mengajari anak kandung saya juga," ucapnya.

Sesuai temanya, kemerdekaan jiwa raga, Siti menggambar tokoh nasional favoritnya, Jenderal Soedirman. Pria yang di matanya selalu berjuang dengan gagah berani, semata untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Dia pahlawan kita semua. Jenderal Soedirman punya pemikiran yang merdeka karena dia tidak terpengaruh aliran politik manapun. Fokusnya hanya memperjuangkan bangsa ini," sanjungnya.

Ketika ditanya Okezone, Minggu (13/8/2017), untuk apa uang yang dimenangkannya, Siti meyakinkan akan menyalurkan dana itu untuk keperluan sanggar lukisnya di Bekasi. Didirikan dan dikelola keluarga kecilnya sejak empat tahun terakhir, sanggar lukis itu kini sudah menampung 20 murid. Ia juga membuka kelas PAUD, yang mendidik 64 anak-anak.

"Beberapa murid saya autis. Saya berharap bisa mempersembahkan dana ini untuk keperluan belajar mereka dan menggelar pameran seni bagi mereka," terangnya.

Putrinya, Nur Hanif juga menggambar sosok pahlawan yang diidolakannya, yaitu Gatot Kaca. Remaja yang akan genap berusia 15 tahun pada 27 Agustus mendatang itu berujar, Gatot Kaca adalah lambang kebebasan jiwa dan raga orang Indonesia.

Dia berharap generasi muda masa kini bisa terbebas dari kungkungan gawai, dan lebih aktif bermain di luar. Seperti dirinya yang lebih memilih aktif mengikuti lomba melukis, untuk menyalurkan bakat dan memanfaatkan waktunya kepada kegiatan yang positif.

Lomba lukis massal Kemenkumham hari ini diikuti 140 peserta anak-anak dan 320 peserta umum. Untuk kategori anak-anak, pemenang terdiri dari Juara pertama Gita Kirani, juara kedua Falisia Prisky, Juara ketiga Fariel Rizky, juara harapan 1 Delviana, harapan 2 Risanti Prita, harapan 3 Katinka, harapan 4 Mailah, harapan 5 Rajwa Faras dan harapan 6 Yuma Atikah.

Sementara untuk kategori peserta umum, kemenangan diraih oleh Siti Surati, juara kedua Didit membawa pulang hadiah Rp5 juta dan juara ketiga Ruby mendapat Rp2 juta. Juara harapan peserta umum, meliputi Mahmudin, Iwan, Rudy dan Nur Hanif. Keempatnya berhak membawa uang tunai senilai Rp1 juta.

Pemenang harapan lain dari kalangan politeknik imigrasi (AIM) terdapat tiga orang dengan nomor urut 8, 73 dan 58. Terakhir untuk juara umum dari Taruna Politeknik, juga tiga orang dengan nomor urut 24, 1 dan 9.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming