Image

Miris.. Nasib Veteran Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan

Hambali, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 17:43 WIB
Silaturahmi sesepuh budaya di Tangsel. (Hambali/Okezone) Silaturahmi sesepuh budaya di Tangsel. (Hambali/Okezone)

TANGSEL - Sungguh ironis, menjelang perayaan HUT Kemerdekaan  Republik Indonesia (RI) ke-72 pada tanggal 17 Agustus 2017 nanti, sejumlah veteran ataupun sesepuh yang telah banyak berjasa bagi kemerdekaan bangsa ini hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Para veteran dan sesepuh pejuang kebudayaan itu tersebar pada beberapa kecamatan yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Jumlahnya pun cukup banyak, mencapai sekira 50 orang, angka itu belum termasuk mereka yang luput dari pendataan secara swadaya oleh masyarakat.

"Jumlahnya sekira 50, diantara mereka ada veteran, ada juga yang berjuang untuk kebudayaan. Mereka sudah sepuh semua secara fisik, hidupnya memprihatinkan. Pemerintah Kota Tangsel harus peka melihat ini, jangan jadikan mereka objek seremonial saja saat momen-momen tertentu," tutur Julham Firdaus, Ketua Umum Badan Muayawarah (Bamus) Tangsel, usai silaturahmi para sesepuh budaya di Tandon Ciater, Serpong, Minggu (13/8/2017).

Digambarkan oleh Julham, sebagian besar para veteran maupun sesepuh pejuang kebudayaan di Kota Tangsel banyak yang terpaksa mencukupi kebutuhan hidup dari bertani, ada juga yang menjadi pengojek sepeda motor, hingga berdagang kecil-kecilan.

"Padahal mereka punya jasa besar, saya terharu mendengar bahwa ada beberapa veteran dan sesepuh kebudayaan itu tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya, lalu muncul inisiatif dari muridnya dan pegiat kebudayaan lain untuk memberikan sumbangan seadanya," jelasnya lagi.

Menurut Julham, beberapa sesepuh kebudayan yang dikenalnya memiliki andil dalam membesarkan budaya yang ada di Kota Tangsel. Mereka terus aktif berkarya membina perguruan-perguruan silat, meskipun secara fisik kondisinya tak lagi prima.

Diantara veteran dan sesepuh kebudayaan yang hidup memprihatinkan itu antara lain, H. Satibi dari Rawa mekar Jaya (Serpong), keluarga Baba Komboy dari Parakan (Pamulang), Baba Dahlan dan Baba Arsan dari Benda Baru (Pamulang), serta Amir Ali dari Serpong Utara.

"Jadi implementasinya sekarang, tolong para veteran, pejuang-pejuang kebudayaan, nasibnya juga diperhatikan oleh Pemkot Tangsel. Bangsa kita sudah merdeka 72 tahun, beliau-beliau ini yang paling berjasa," tukas Julham. (sym)

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming