Image

PKB Belum Pasti Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Oris Riswan, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 10:27 WIB
Ridwan Kamil (Foto: Okezone) Ridwan Kamil (Foto: Okezone)

BANDUNG - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura untuk menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. Tapi hingga kini belum ada keputusan resmi terkait koalisi.

Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan, kemungkinan koalisi dengan partai manapun masih terbuka. Sebab, PKB masih mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan.

"Belum. Sejauh ini kita belum mengambil sikap (soal koalisi)," kata Syaiful, Minggu (13/8/2017).

PKB sendiri menurutnya masih melakukan konsolidasi internal terkait Pilgub Jawa Barat. PKB akan menampung berbagai usulan dari para pengurus PKB semua daerah di Jawa Barat.

"Di internal kami ada yang namanya musyawarah kebangkitan yang di dalamnya itu kita menunggu usulan dari seluruh DPC PKB kabupaten/kota se-Jawa Barat, mereka maunya siapa dari figur-figur yang muncul. Dari situ nanti kita akan formalkan menjadi keputusan partai," jelas Syaiful.

Disinggung soal kemungkinan koalisi dengan Nasdem, PPP, dan Hanura, ia kembali menegaskan koalisi belum terbentuk. Pertemuan dan komunikasi yang dilakukan baru sebatas penjajakan. Sehingga, PKB belum pasti akan mendukung Ridwan Kamil.

Jika PKB berkoalisi dengan tiga partai itu, PKB menurutnya memiliki posisi paling unggul karena memiliki jumlah suara terbanyak. PKB unggul 14 ribu lebih suara dibanding PPP. Sementara NasDem dan Hanura raihan suaranya jauh lebih kecil. Atas dasar itu, PKB akan meminta jatah posisi calon wakil gubernur (cawagub) jika koalisi terbentuk.

"Artinya secara fatsun dan penghargaan politik, wajar saya kira kalau PKB minta wakil untuk Ridwan Kamil karena dalam komposisi koalisi disitu suara PKB lebi dominan dibanding PPP, NasDem, termasuk dibanding dengan Hanura. Karena pilkada ini bukan basis kursi, tapi basis suara," tegasnya.

Jika ternyata keinginan PKB tidak mendapat sambutan positif, besar kemungkinan PKB akan berkoalisi dengan partai lain. Tapi, soal komposisi cagub-cawagub, hal itu akan dibahas lebih lanjut.

Di internal PKB sendiri sudah mencuat beberapa nama yang dinilai layak menjadi cawagub. Mereka di antaranya Cucun Salman, Elaman Muhamad, dan Dedi Wahidi. Nama Syaiful Huda sendiri masuk di dalamnya. Tapi, ia memberi sinyal akan mengalah.

"Saya di bawah saja karena mereka semua senior. Sebagai kader saya harus siap (jika diputuskan harus maju oleh DPP). Tapi, catatannya, (dahulukan) senior-senior dulu," pungkas Syaiful.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming