Image

Catat! PWNU dan PKB Jabar Tolak Calon Kepala Daerah yang Pro Full Day School

Oris Riswan, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 12:40 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

BANDUNG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menegaskan penolakannya terhadap program full day school. Ada berbagai alasan yang melatarbelakanginya.

"Berdasarkan kajian mendalam dan pemantauan intensif yang kami lakukan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas sekolah belum siap dalam rangka menerima kebijakan lima hari sekolah/delapan jam pelajaran (full day school)," kata Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah dalam pernyataan sikapnya yang diterima Okezone, Minggu (13/8/2017).

Menurutnya, kesiapan itu menyangkut banyak hal, antara lain terkait fasilitas yang menunjang kebijakan lima hari sekolah/delapan jam pelajaran.

"Alasan penerapan full day school yang didasarkan pada asumsi bahwa anak-anak kota seharian penuh ditinggalkan orangtuanya sehingga dikhawatirkan terjerumus dalam pergaulan bebas tidak sepenuhnya benar. Sebab, kenyataannya kota-kota besar di Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan tradisi nilai-nilai dan pendidikan agama yang sudah berlangsung selama ini," jelasnya.

Hasan pun menyebut tidak semua orangtua bekerja sehari penuh. Sehingga program full day school jangan memakai alasan untuk diterapkan dengan melakukan generalisasi terhadap kondisi yang ada.

"Berdasarkan latar belakang tersebut, kami keluarga besar Nahdlatul Ulama Jawa Barat menolak pemberlakukan full day school yang tertuang dalam Permendikbud No 23 Tahun 2017," tegas Hasan.

"Mengingat tingginya gejolak serta keresahan yang terjadi di kalangan masyarakat akibat kebijakan tersebut. Maka dengan ini kami meminta kepada Gubernur Jawa Barat dan bupati/wali kota se-Jawa Barat untuk segera menerbitkan surat edaran penolakan kebijakan full day school," ucapnya.

Secara khusus, Hasan juga menegaskan tidak akan mendukung calon kepala daerah yang mendukung penerapan full day school tersebut.

Senada dengan PWNU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan akan mengamankan apa yang disuarakan oleh PWNU Jawa Barat. Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda menyatakan partainya tidak akan mendukung kandidat kepala daerah yang mendukung full day school.

"Bagi PKB, apa yang diputuskan oleh PWNU artinya bagian dari perintah yang harus diamankan oleh PKB. Karena itu kami mendukung sepenuhnya semua kebijakan yang diambil PWNU, tidak akan mendukung cabup/cawabup, cawalkot/cawawalkot, termasuk cagub/cawagub yang tidak pro terhadap penolakan full day school ini. Sepenuhnya PKB Jawa Barat mendukung," kata Syaiful saat dikonfirmasi.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming