Image

Menyoal Koalisi PKB & PPP di Pilgub Jabar, Golkar: Itu Hal Biasa Jelang Pilkada

Oris Riswan, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 23:20 WIB
Ilustrasi Pilgub Jabar (foto: Okezone) Ilustrasi Pilgub Jabar (foto: Okezone)

BANDUNG - Partai Golkar Jawa Barat menanggapi santai kedekatan Partai NasDem, PKB, PPP, dan Hanura yang menjajaki kemungkinan koalisi untuk Pilgub Jawa Barat 2018. Kedekatan keempat partai itu mencuat setelah Golkar dan PDIP lebih dulu mesra.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat M.Q. Iswara mengatakan kedekatan parpol adalah hal biasa menjelang event pilkada. Sehingga tidak perlu ada hal yang dikhawatirkan.

"Menjelang pilgub ini sebuah dinamika yang wajar ya, jadi polarisasi semacam ini biasa terjadi dalam sebuah kontestasi pilkada, baik di kabupaten/kota maupun provinsi, termasuk di nasional. Jadi, polarisasi semacam ini biasa," kata Iswara, Minggu (13/8/2017).

Ia sendiri meyakini kedekatan mereka baru sebatas penjajakan. Sehingga, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Bisa saja keempat partai itu benar-benar berkoalisi atau kemudian pecah dan memilih merapat ke partai lain.

"Saya yakin ini baru pembicaraan-pembicaraan awal, masih penjajakan. Karena di dalam UU Pilkada kan jelas ya semua harus mendapatkan rekomendasi dari DPP partai. Jadi harus dapat persetujuan atau rekomendasi pimpinan partai di tingkat pusat. Artinya, ini semua masih dalam tahap penjajakan," jelasnya.

Disinggung soal kemungkinan di antara empat partai itu ada yang bergabung ke Golkar-PDIP, ia menyebut hal itu masih terbuka. Jika ada kesamaan pandang, bukan hal tidak mungkin Golkar dan PDIP akan menerima partai-partai tersebut.

Harapannya jika ada yang merapat ke Golkar dan PDIP, maka koalisi akan semakin 'gemuk'. Hal itu akan membuka peluang besar bagi Golkar dan PDIP memenangkan pertarungan di Pilgub Jawa Barat.

"Oh iya masih (ada kesempatan bergabung). Kan tentu semua berharap kalaupun terbentuk kesamaan pandang, kesamaan perspektif, kemudian terbentuk koalisi, semua juga berharap ada koalisi gemuk. Logikanya, semakin besar koalisi, semakin besar peluang untuk menang, kan begitu logika sederhananya," tutur Iswara.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming