Image

Ya Ampun! 4 Siswa Dicabuli Guru, KPAI: Oknum Guru Harus Dinonaktifkan

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 12:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 13 65 1755046 ya-ampun-4-siswa-dicabuli-guru-kpai-oknum-guru-harus-dinonaktifkan-ndssQnyUvz.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta birokrasi pendidikan dan inspektorat Karanganyar, Jawa Tengah, segera mengambil langkah tegas terhadap guru berinisial AS yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap empat siswinya.

Pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh guru agama berinisial AS tersebut di kelas saat pelajaran berlangsung.

"Guru AS yang merupakan guru pelajaran agama harus segera dinonaktifkan dari kegiatan mengajar dan selanjutnya di BAP secara kepegawaian sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku," tegas Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti baru-baru ini.

Retno mengatakan, pihaknya juga meminta agar kepala sekolah yang bersangkutan harus pula dievaluasi karena ditemui adanya kelemahan sistem kontrol di sekolah sehingga oknum guru agama tersebut bisa leluasa melakukan aksinya di lingkungan sekolah.

Baca: Astaghfirullah! Guru Agama Cabuli Murid SD di Dalam Kelas saat Jam Pelajaran

"Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman buat anak ternyata justru menjadi tempat yang membahayakan bagi anak," ungkap Retno.

Bahanyanya, pencabulan di dalam kelas terhadap empat siswi oleh tenaga pendidik tersebut kemungkinan besar disaksikan oleh anak-anak lainnya.

Kasus pencabulan yang dilakukan guru agama sekaligus wali kelas kepada siswi kelas 3 tersebut diduga dilakukan sejak tahun ajaran baru. Aksi itu kemudian terbongkar ketika salah satu siswi yang menjadi korban melaporkan pencabulan yang dialaminya kepada orang tua.

Kasus itu kemudian bergulir ketika salah satu orang tua korban itu menceritakan tindakan tercela sang guru kepada orang tua siswi lainnya. Ternyata tidak hanya ada satu korban guru agama itu, melainkan total ada empat siswi yang menjadi korban pencabulan.

"Korban yang masih anak-anak harus dipulihkan atau direhabilitasi kejiwaannya dari trauma akibat kekerasan seksual yang dialaminya," ungkap Retno.

Ia juga memberi peringatan pada pihak Kemdikbud RI untuk mengkaji ulang kebijakan menambah lama belajar di sekolah, mengingat masih banyak sekolah belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak.

Menanggapi kasus pencabulan tersebut KPAI akan menghubungi P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberyaan Perempuan dan Anak) Karanganyar, agar anak korban kekerasan seksual terpenuhi haknya atas kebenaran, hak atas perlindungan, hak atas keadilan dan hak atas pemulihan/ pemberdayaan.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Polres Karanganyar untuk memastikan pelaku dikenakan Pasal 82 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Penggunaan UUPA memungkinkan pelaku mendapatkan hukuman yang lebih berat.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini