Image

Kerap Kirim Gambar Porno ke Siswi, KPAI: Guru Bahasa Inggris Itu Harus Dihukum Berat

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 14:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 13 65 1755078 kerap-kirim-gambar-porno-ke-siswi-kpai-guru-bahasa-inggris-itu-harus-dihukum-berat-mkGZ4BcWGf.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Adanya kasus guru yang mengirim chat gambar porno melalui media perpesanan daring di salah satu SMP di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menuai kecaman, salah satunya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan oknum guru pelaku percakapan porno lewat media perpesanan daring tersebut harus dihukum berat.

"KPAI meminta pelaku dihukum seberat-beratnya, agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi orang lain yang berpotensi melakukan hal yang sama," kata Susanto seperti dilansir dari Antara, Minggu (13/8/2017).

Ia mengatakan, kasus di salah satu SMP di Jakarta tersebut merupakan tindakan menciderai dunia pendidikan dan mendegradasi profesi guru. "Apapun alasan dan motifnya tidak dibenarkan," kata dia.

Ia juga menyesali atas terjadinya kasus ini. Sebab, guru di sekolah seharusnya menjadi pelindung anak, bukan malah melakukan hal yang tak sepantasnya.

Seperti pernah diberitakan Okezone, Polda Metro Jaya menangkap seorang guru bahasa Inggris berinisial TS (25) lantaran sang guru sering mengirim gambar porno ke beberapa murid sekolah, terutama ke para siswi.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pihaknya menangkap TS berdasarkan adanya laporan orangtua siswa SMA swasta di Kelapa Gading yang resah akan perilaku guru tersebut.

( Baca: Edan! Guru Muda Bahasa Inggris Sering Kirim Foto Porno ke Siswi )

Berdasarkan keterangan pelaku yang juga wali kelas itu, ia mendapatkan gambar tersebut hasil dari browsing di internet dan disimpan di handphonenya. "TS mengaku browsing disimpan, lalu dikirim ke siswi," terangnya.

Atas tindakan tersebut oknum guru tersebut dikenai pasal berlapis dan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini