Image

Jempol! Nih Cara Sekolah di Medan Tingkatkan Minat Baca

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 15:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 13 65 1755111 jempol-nih-cara-sekolah-di-medan-tingkatkan-minat-baca-jgdXy0X9CH.jpg Foto: Ilustrasi CBSHouston

MEDAN - Ratusan siswa tingkat sekolah dasar di Medan mengikuti gerakan membaca sebelum pelajaran dimulai setiap hari. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya membaca bagi anak-anak SD.

Di antara ratusan itu ada Felina dan Zalika, dua siswi yang duduk di bangku kelas IV SDN Negeri Percobaan Kota Medan. Di sekolahnya, terdapat buku-buku bacaan yang selalu diletakkan di rak yang berada di pojok ruangan kelas.

Buku-buku yang mereka baca beraneka ragam. Mulai dari kumpulan cerita-cerita rakyat hingga buku tentang ilmu pengetahuan populer dan buku pengetahuan tenang agama.

"Saya paling senang buku cerita tentang hewan," kata Zalika. Sementara di sekolah lain buku-buku umumnya diletakkan di perpustakaan, lain di sekolah negeri di Medan ini. Beragam buku bacaan, juga tersedia di setiap kelas.

Kepala Sekolah SDN Negeri Percobaan Kota Medan Paujiah Rosmini mengatakan kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai setiap hari digalakkan untuk menumbuhkan budaya membaca bagi anak didiknya.

"Di sini ada pojok membaca. Kalau perpustakaan kan ada di ruangan lain. Nah di tiap kelas ada pojok membaca berisi buku-buku bacaan anak sekolah," katanya.

Gerakan membaca sebelum kelas dimulai rupanya bukan diterapkan di SD Negeri itu semata. Namun juga di SMP Negeri 1 Kota Medan. Begitu masuk kelas pukul 07.30 WIB, semua siswa menyanyikan lagu-lagu nasional lalu dilanjutkan dengan membaca.

"Membaca diam selama 20 menit itu mendukung kegiatan literasi agar anak gemar membaca. Semua hening termasuk penjaga dan yang ada di kantin sekolah," kata seorang guru SMP Negeri 1 Kota Medan Siti Hafsa.

Sebelumnya sebanyak 147 kepala sekolah dari Sumatera Utara dan Aceh juga sempat mengikuti bimbingan teknis program penguatan pendidikan karakter (PPK) bagi kepala sekolah di Kota Medan, pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Gerakan membaca bagi anak-anak di tingkat sekolah yang terjadi di Kota Medan tersebut dinilai sangat tepat dilakukan. Mengingat minat baca orang Indonesia yang tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kemdikbud, Harris Iskandar pernah mengatakan bahwa meski angka melek huruf di Indonesia tinggi, minat dan daya baca masyarakat cukup memprihatinkan.

Bahkan ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University terkait minat baca menempatkan Indonesia di posisi 60 dari 61 negara, hanya setingkat di atas Botswana.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengemukakan budaya membaca dan literasi masyarakat Indonesia tertinggal empat tahun dibandingkan dengan negara maju.

"Kemampuan literasi kita jauh tertinggal dengan negara lain. Oleh karena itu, harus kita kejar agar tidak tertinggal lebih jauh lagi," katanya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini