nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video Kekerasan Anak di Sekolah Asrama Viral, KPAI: Lembaga Pendidikan Harus Tanggung Jawab!

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 07:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 13 65 1755163 video-kekerasan-anak-di-sekolah-asrama-viral-kpai-lembaga-pendidikan-harus-tanggung-jawab-ML5gnxBK4Y.jpg Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Beredarnya video kekerasan di sekolah asrama yang tersebar di internet membawa keresahan baru bagi masyarakat. Bahkan, selama dua hari terakhir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menerima aduan terkait video tersebut dari masyarakat.

Dalam video berdurasi enam menit 53 detik tersebut memperlihatkan seorang anak laki-laki yang diduga siswa di tingkat sekolah dasar (SD) mengalami kekerasan fisik dari beberapa orang yang diduga teman-temannya.

"Karena suasana di video tersebut berada di dalam kamar, maka KPAI menduga itu adalah sekolah berasrama atau boarding school," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melalui siaran pers yang diterima Okezone, Senin (14/8/2017).

Atas penyebaran video yang viral di media sosial tersebut, Retno mengatakan, pihaknya kembali menyoroti lemahnya pengawasan di sekolah-sekolah termasuk sekolah asrama.

"Sekolah yang harusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik ternyata justru menjadi tempat yang membahayakan anak-anak," ungkap Retno yang menyayangkan kejadian tersebut.

Menurut dia kekerasan tersebut akan membuat anak mengalami depresi, sering sakit, prestasi belajar menurun dan yang paling mengerikan anak bisa memutuskan untuk bunuh diri.

"Dalam hal ini lembaga pendidikan harus bertanggungjawab, karena orangtua sudah mempercayakan anaknya dititipkan di sekolah," imbuhnya.

Viralnya video kekerasan pada anak tersebut, lanjut Retno, juga menjadi keresahan tersendiri. Oleh sebab itu, ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melacak keberadaan lokasi video terkait. Sehingga pihaknya bisa memberikan advokasi hukum pada korban.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk blokir video kekerasan sehingga tidak bisa diakses lagi," lanjut dia.

Ia juga mengimbau pada masyarakat agar menghapus dan tidak menyebarluaskan video sarat kekerasan tersebut melalui media dan aplikasi manapun. "Penyebarluasan video kekerasan tersebut harus segera dihentikan karena akan berdampak buruk bagi korban, pelaku maupun anak-anak yang menyaksikan tayangan video," tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini