Image

Keren! Menteri Susi Ingin Pesantren Mandiri di Sektor Perikanan

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 19:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 13 65 1755181 keren-menteri-susi-ingin-pesantren-mandiri-di-sektor-perikanan-77b4sWo02G.jpg Foto: Dok Okezone

JOMBANG - Demi mewujudkan generasi yang cerdas, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin agar pesantren di Indonesia bisa mandiri di sektor perikanan. Sehingga para santri di pesantren tersebut terpenuhi kebutuhan proteinnya.

"Kami ingin agar para santri bisa mendapatkan cukup asupan ikan, asupan protein untuk anak-anak supaya pintar," kata Susi saat berkunjung ke SMA Trensains Tebuireng, Pondok Pesantren Tebureng II, Jombang, Minggu (13/8/2017).

Saat ini, kata Susi, tuntutan globalisasi dan kompetisi di dunia semakin berat, sehingga saat ini memang dibutuhkan kerja keras dan spirit yang tak boleh lemah.

"Manusia Indonesia harus dipersiapkan dengan lebih baik untuk menjadikan manusia yang lebih kuat, lebih punya semangat dan punya prinsip serta tujuan dalam hidupnya," ungkapnya.

Oleh sebab itu, di kesempatan yang sama Menteri Susi juga mengikuti acara penebaran perdana benih ikan lele dengan sistem bioflok. Ia mengatakan, pemerintah memang sengaja memberikan bantuan ikan lele pada sejumlah pondok pesantren karena di situlah tempat santri tinggal.

"Banyak anak-anak di situ, anak-anak bangsa. Kami juga ke sekolah, tapi sekolah kadang hanya jam kerja saja, sehingga kami sementara ke pondok karena anak-anak 'full' di situ," jelas dia.

Susi menambahkan, pondok pesantren juga merupakan cikal bakal pendidikan selain sekolah umum. Ia mengaku optimistis, pondok pesantren akan lebih mengintensifkan dan mempunyai waktu lebih banyak dalam mengaplikasikan beragam pelatihan.

Penebaran perdana benih ikan lele tersebut, lanjut dia, diharapkan agar pesantren bisa membuat budi daya ikan untuk kecukupan gizi bagi para santri.

Ia juga berharap tingkat konsumsi makan ikan meningkat hingga satu kilogram per pekan. Sehingga dalam satu tahun tingkat konsumsinya bisa sampai 50 kilogram per anak, sedikit di atas target pemerintah yakni 46 kilogram per anak per tahun.

Selain mengajak para santri mengonsumsi ikan dan pihak pesantren untuk mandiri di sektor perikanan, Susi juga mengatakan bahwa agama juga menjadi pilar penting untuk menjaga norma aturan serta etika hidup berbangsa, berkomunikasi dan juga tata negara.

"Tanpa agama yang kuat, negara akan kehilangan arah, stabilitas politik dan ekonomi menjadi tidak baik," tandas dia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini