Share

Wah! Media Israel Tuduh Iran Bangun Pabrik Pembuatan Roket di Suriah

Emirald Julio, Okezone · Rabu 16 Agustus 2017 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 18 1757127 wah-media-israel-tuduh-iran-bangun-pabrik-pembuatan-roket-di-suriah-4HfZnTaz6d.jpg Foto rudal serta roket milik Iran (Foto: AP/Kementerian Pertahanan Iran)

BANIYAS – Media Israel memberikan laporan yang menyebut Iran membangun sebuah bangunan di wilayah barat laut Suriah. Bangunan itu disinyalir sebagai pabrik untuk pembuatan roket jarak jauh.

Kabar Iran mulai membangun “kekuatan” di Suriah sebenarnya sudah disinggung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada pekan lalu. Sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (16/8/2017), Netanyahu mengklaim Israel terus mengawasi gerak-gerik Iran di Suriah dan siap bertindak jika muncul ancaman.

Masuknya kekuatan Iran ke Suriah yang notabene merupakan sekutunya terjadi ketika ISIS semakin terpojok posisinya di sana.

“Kebijakan kami jelas. Kami dengan gigih menentang pembangunan militer oleh Iran dan kuasanya, terutama Hizbullah, di Suriah dan kami akan melakukan apa pun untuk melindungi keamanan Israel,” ujar sang Perdana Menteri Israel.

Media Channel 2 mewartakan, gambar-gambar yang disebut diabadikan oleh satelit milik Israel menunjukkan sebuah lokasi fasilitas di wilayah Suriah bagian barat laut. Media Israel itu melaporkan dari bentuk konstruksi di fasilitas tersebut mengindikasikan peledak disimpan di sana.

Kemudian media Israel itu membandingkan gambar fasilitas tersebut dengan pabrik roket milik Iran yang berada di dekat Teheran. Channel 2 mengklaim, terdapat kesamaan yang kuat antara dua bangunan tersebut.

Terkait persenjataan Iran, baru-baru ini Parlemen Iran mengadakan pemungutan suara terkait peningkatan dana dalam anggaran belanja program pengembangan rudalnya. Pada rapat yang diadakan 13 Agustus 2017 itu sekira 240 dari total 244 anggota Parlemen Iran menyetujui untuk mengalokasikan dana sekira Rp6,9 triliun dalam pengembangan program rudal serta meningkatkan operasi pasukan paramiliter di luar negeri.

Peningkatan anggaran belanja militer Iran ini disinyalir sebagai bentuk respons Teheran terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat pada awal Agustus 2017. Sanksi itu diberikan setelah Iran berhasil melakukan uji coba peluncuran roket yang disebut dapat mengirim satelit ke orbit bumi.

Iran geram dengan sanksi tersebut dengan menegaskan bahwa program rudalnya tidak melanggar resolusi PBB 2015. Bila mengacu dengan resolusi tersebut, Iran hanya dilarang untuk tidak melakukan aktivitas terkait pengembangan rudal balistik yang dapat membawa senjata nuklir. Iran mengklaim rudal yang mereka miliki dan kembangkan saat ini bukanlah rudal seperti itu.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini