Astaga! Banjir Parah dan Longsor di Asia Selatan Tewaskan Hampir 250 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 16 Agustus 2017 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 18 1757443 astaga-banjir-parah-dan-longsor-di-asia-selatan-tewaskan-hampir-250-orang-07j9Zu2w99.jpg Foto: Reuters

 NEW DELHI – Hampir 250 orang tewas dalam beberapa hari terakhir akibat banjir dan longsor yang menghancurkan sebagian wilayah India, Nepal dan Bangladesh. Jutaan penduduk dari wilayah-wilayah tersebut terpaksa mengungsi dan tercatat 245 orang tewas tertimpa bangunan atau tenggelam.

Di Nepal, hujan yang terus menerus turun menimbulkan banjir yang melanda ratusan desa dan menewaskan setidaknya 110 orang. Pemerintah Nepal mendapat sorotan dan kritik keras karena tidak cepat tanggap dalam merespons bencana ini.

Dilansir Guardian, Rabu (16/8/2017), Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal, Ram Khrisna Subedi mengatakan, bantuan sedang dikirimkan secepat mungkin. Sementara pasukan keamanan dikerahkan untuk menyelamatkan orang-orang yang terdampar di atap bangunan, gajah juga dikerahkan dalam upaya penyelamatan para korban, termasuk 700 turis di kota populer Chitwan.  

Negara tetangga Nepal, India, banjir parah yang melanda Provinsi Bihar menyebabkan 41 orang tewas. Perahu dan helikopter digunakan untuk mendistribusikan paket makanan, obat-obatan dan air minum kepada mereka yang terkena dampak banjir. Sekira 200.000 orang telah diberikan tempat penampungan sementara di 250 kamp bantuan yang didirikan di gedung sekolah dan pemerintahan.

Di Provinsi Himachal Pradesh, terjangan longsor mendorong dua bus ke jurang yang dalam menewaskan 46 orang pada Minggu, 13 Agustus. Sementara 21 orang juga tewas di Provinsi terpencil di Assam.

Sepertiga wilayah Bangladesh tergenang banjir setelah hujan melanda  wilayah padat penduduk di negara yang berlokasi di tepi sungai itu. Menteri Manajemen Bencana Bangladesh, Mofazzl Hossain Chowdhury mengatakan, sedikitnya 27 orang tewas dan 600.000 lainnya terisolasi di wilayah delta dataran rendah.

Musim hujan, yang tiba pada bulan Juni dan berakhir pada September telah menyebabkan banjir besar di wilayah Asia Selatan setiap tahunnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini