Image

Jokowi Orasi Berapi-api di Senayan: Kita Adalah Bangsa Petarung yang Sudah Teruji oleh Sejarah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu, 16 Agustus 2017 - 11:54 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta (Agung/Antara) Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta (Agung/Antara)

JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kokohnya bangsa Indonesia telah teruji oleh sejarah karena mampu bertahan hingga di usia ke-72 tahun kemerdekaan. Bangsa Indonesia adalah bangsa petarung yang sudah terbukti berani berjuang sendiri meraih kemerdekaan.

Menurut dia, kebesaran bangsa Indonesia tidak hanya terletak dari sumber daya alamnya yang berlimpah atau populasi penduduknya yang banyak.

"Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Besar, bukan hanya karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa. Tapi, kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah, bisa tetap kokoh bersatu sampai menginjak usianya ke-72 tahun," kata Jokowi ‎dalam pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPR/DPD RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).‎

Jokowi bersyukur lantaran bangsa Indonesia tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika saat di beberapa negara lain dilanda konflik kekerasan antar-suku, perpecahan antar-agama, pertikaian antar-golongan.

"‎Bahkan sekarang ini, kita menjadi rujukan banyak negara dalam hal mengelola kebhinnekaan dan membangun persatuan. Kita adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri meraih kemerdekaan," tutur Jokowi penuh semangat yang mengundang aplaus para hadirin.

Kepala Negara mengatakan, bahwa sejarah telah mencatat bangsa Indonesia ‎merebut kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan, ulama, para santri, pemimpin agama-agama dan pejuang dari seluruh pelosok Nusantara.

"Semua itu harus membuat kita semakin bangga pada Indonesia, negeri yang kita cintai bersama. Semua itu, harus membuat kita percaya diri untuk menghadapi masa depan," tegasnya.

Di usia kemerdekaannya yang telah 72 ‎tahun pada 17 Agustus 2017 mendatang, Jokowi meminta seluruh elemen bangsa Indonesia untuk meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam melihat hari esok.

"Kita harus membuang jauh-jauh mentalitas negatif yang membuat sesama anak bangsa saling mencela, saling mengejek dan saling memfitnah. Karena kita adalah bersaudara, saudara sebangsa dan setanah Air. Kita harus membangun fondasi kultural yang kuat. Kita harus bersatu dan berdiri gagah untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, yang semakin ekstrim, dan berubah dengan sangat cepat. Hanya bangsa yang cepatlah yang akan memenangi persaingan global," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming