Image

Tak Cuma Meledak, Rokok Elektrik Bisa Bikin Anda Didenda Jutaan Rupiah di Thailand

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at, 18 Agustus 2017 - 01:04 WIB
Para turis mengunjungi Grand Palace di Thailand. (Foto: Reuters) Para turis mengunjungi Grand Palace di Thailand. (Foto: Reuters)

LONDON – Bagi Anda yang ingin mengunjungi Thailand dalam waktu dekat, ada baiknya menyimak tips yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris. Negeri Ratu Elizabeth mengingatkan warganya untuk tidak mengisap rokok elektrik atau vape saat berkunjung ke Negeri Gajah Putih.

Tidak banyak yang tahu bahwa larangan terhadap rokok elektrik sudah mulai diberlakukan di Thailand sejak 2014. Padahal, negara yang dahulu bernama Kerajaan Siam itu merupakan salah satu destinasi wisata favorit para turis, tidak hanya dari Eropa tetapi juga Asia termasuk Indonesia.

Siapa saja yang tertangkap tangan mengisap rokok tersebut, harus bersiap menghadapi proses hukum dengan dakwaan kepemilikan obat-obatan terlarang. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijatuhi hukuman denda atau bahkan kurungan hingga 10 tahun penjara.

"Anda tidak bisa membawa rokok elektrik atau isi ulangnya ke Thailand. Benda tersebut kemungkinan besar akan disita dan Anda bisa didenda atau bahkan dipenjara hingga 10 tahun jika terbukti bersalah,"bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris, disitat dari Telegraph, Jumat (18/8/2017).

"Penjualan atau menyuplai rokok elektrik dan alat sejenis juga dilarang. Anda bisa dijatuhi denda cukup besar atau dipenjara hingga lima tahun jika terbukti bersalah. Sejumlah warga Inggris sudah ditahan karena kepemilikan rokok elektrik atau vape," lanjut pernyataan tersebut.

BACA JUGA: VIDEO: Habis Diisap, Rokok Elektrik Meledak di Kantong Celana

Salah satu contohnya adalah Pat Waterton. Keponakannya yang bernama James ditahan karena kedapatan memiliki rokok elektrik saat berada di Bangkok. James harus membayar denda sejumlah 125 poundsterling (setara Rp2,2juta) karena kesalahannya tersebut. Pat, yang memiliki agen perjalanan, memastikan kliennya yang hendak pelesiran ke Thailand paham dengan aturan tersebut.

"Jika saya menjual paket wisata ke Thailand, saya pasti akan memberitahu. Semua agen seharusnya juga begitu. Thailand sangat popular sehingga kita harus memberitahu mereka agar liburannya tidak berantakan,"lanjut Pat Waterton.

Bagi penikmat tembakau, vape dianggap sebagai alternatif saat mereka ingin mengisap rokok. Meski demikian, penggunaan rokok elektronik ini menuai kontroversi karena berbagai risiko. Salah satunya, vape kerap meledak karena baterainya terlalu panas.

BACA JUGA: VIDEO: Waduh! Perempuan Ini Syok Lihat Baterai Rokok Elektriknya Meledak

Akhir tahun lalu, seorang pria di California dilarikan ke rumah sakit setelah rokok elektriknya meledak tepat di kantong celana. Api sempat membesar dan membakar celana bagian atasnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pria itu menderita luka bakar ringan.

Insiden meledaknya rokok elektrik juga pernah terjadi di Minsk, Rusia, pertengahan Juli. Baterai rokok elektrik milik seorang perempuan meledak sehingga tasnya berubah menjadi bola api saat ia berada di stasiun kereta bawah Ploschad Pobedy.

Beruntung, perempuan yang tidak diketahui namanya itu tidak mengalami luka-luka. Demikian pula dengan orang-orang di sekitarnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming