Image

Pakistan Adakan Pemakaman Negara untuk Biarawati Pejuang Kusta

Emirald Julio, Jurnalis · Sabtu 19 Agustus 2017, 21:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 19 18 1759043 pakistan-adakan-pemakaman-negara-untuk-biarawati-pejuang-kusta-BdRwWumvlV.jpg Foto ketika para pelayat memberikan penghormatan terakhirnya di depan peti jenazah Ruth Pfau (Foto: Dawn)

KARACHI – Pemerintah Pakistan mengadakan pemakaman kenegaraan untuk seorang biarawati asal Jerman bernama Ruth Pfau. Upacara itu diadakan untuk perempuan yang mendapat julukan Bunda Teresa Pakistan atas usaha tanpa hentinya demi memberantas penyakit kusta di negara tersebut.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Pfau mengembuskan napas terakhirnya pada pekan lalu di Kota Karachi pada usia 87 tahun. Walau lahir di Jerman, Pfau tetap dimakamkan di Pakistan di mana ia menghabiskan banyak waktunya membantu banyak orang.

BACA JUGA: Perempuan yang Dapat Julukan Bunda Teresa Pakistan Tutup Usia

BACA JUGA: Partai Berkuasa Pakistan Tunjuk Pengganti PM Nawaz Sharif

Ketika menerima kabar tersebut, pada pekan lalu Perdana Menteri Khaqan Abbasi mengeluarkan pernyataan yang menggambarkan bagaimana negara tersebut kehilangan sosok yang memberikan kontribusi besar demi membebaskan Pakistan dari penyakit Kusta. “Pfau mungkin lahir di Jerman (namun-red) hatinya selalu berada di Pakistan,” jelasnya.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (19/8/2017), para pelayat beramai-ramai berdatangan ke Marie Adelaide Leprosy Centre untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap peti jenazah Pfau sebelum dibawa ke Katedral Saint Patrick. Sekadar informasi, Marie Adelaide Leprosy Centre merupakan rumah sakit yang dibangun Pfau untuk didedikasikan membantu para penderita penyakit kusta.

BACA JUGA: Wah! Setelah 20 Tahun, Pakistan Akhirnya Lantik Menteri Hindu Pertama

BACA JUGA: Wah! Hari Ini, Pakistan Rayakan Kemerdekaan ke-70 Tahun

Tanpa lelah, perempuan yang lahir pada 1929 itu disebut terus berusaha berjuang untuk membantu para penderita Kusta. Pada 1996, WHO mengumumkan bahwa kusta berhasil dikendalikan penyebarannya di Pakistan dan membuat Pfau membulatkan tekadnya untuk menghilangkannya.

“Karena perjuangannya yang tiada akhir membuat Pakistan mengalahkan penyakit kusta,”tulis Konsulat Jerman di Karachi melalui Facebook. Keberhasilan Pfau juga bisa dilihat dari jumlah pasien penderita kusta di Pakistan yang pada 2016 tercatat ada 531 sedangkan pada 1980-an penderitanya ada 19.398.

Kesedihan juga dirasakan oleh para staf di Adelaide Leprosy Centre. “Ini adalah kerugian besar bagi rumah sakit ini dan bagi kemanusiaan. Sangat sulit menemukan orang seperti dia di era saat ini. Ia menjalani kehidupan yang sangat sederhana dan ia mencintai kemanusiaan,” ujar salah satu stafnya, Yasmeen Morris.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini