Image

Simulasi Pemungutan Suara Pilpres dan Pileg 2019, KPU Gunakan Kotak Transparan

Chyntia Sami B, Jurnalis · Sabtu, 19 Agustus 2017 - 11:24 WIB
(Foto: Chyntia Sami/Okezone) (Foto: Chyntia Sami/Okezone)

TANGERANG – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 menggunakan kotak suara transparan di Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan telah menyiapkan lima jenis kotak suara transparan dalam simulasi tersebut, yakni kotak suara berbahan plastik keseluruhan, transparan sisi depan, transparan dua sisi, transparan tiga sisi, dan karton kedap air. "Untuk desain masih belum ditetapkan, makanya kita gunakan banyak bentuk kotak suara," ujar Arief.

Menurutnya, konsep transparan tidak hanya tercermin pada kotak suaranya yang transparan, tetapi rangkaian Pemilu dari awal pun dilakukan secara transparan.

"Lebih penting seluruh rangkaian mulai dari pemungutan suara, penghitungan, penetapan, sampai publikasi dilakukan secara transparan bukan hanya transparan kotaknya," tuturnya.

(Foto: Chyntia Sami/Okezone)

Adapun dipilihnya Kabupaten Tangerang sebagai lokasi simulasi perdana lantaran dinilai lebih siap dalam melaksanakan simulasi. Nantinya, lokasi simulasi akan berpindah ke tempat lain dengan karakteristik wilayah yang berbeda.

"Kesiapan KPUD Banten lebih baik, makanya kami pilih Banten dan Tangerang sebagai mitra kami dalam simulasi perdana. Untuk kali ini di tempat pedalaman, nanti akan pindah ke tempat lain seperti kampung nelayan dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Divisi Teknis Pemilu, Ilham Saputra mengatakan, tercatat sebanyak 500 pemilih diundang untuk melakukan simulasi perdana. Simulasi tersebut dilakukan guna mendapatkan gambaran implementasi Pilpres dan Pileg 2019.

"Ya, melalui simulasi kita bisa identifikasi berapa jumlah orang di TPS, memungkinkan nggak dari jam 7.00 WIB sampai 13.00 WIB aspirasi 500 orang tersampaikan," ujar Ilham, Sabtu (19/8/2017).

Nantinya, jika jumlah pemilu tersebut tidak tercapai maka akan dilakukan evaluasi dan dikurangi jumlah maksimal per TPS nya. "Ya, hasil dari simulasi akan dilakukan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming