Image

SBY-Megawati Bertemu di Istana, PKS: Masyarakat Menilai Ini Hasil Kerja Gemilang Jokowi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu, 19 Agustus 2017 - 13:35 WIB
(Foto: Antara) (Foto: Antara)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi pemerintah lantaran mampu menghadirkan para mantan presiden dan wakil presiden saat momentum perayaan hari kemerdekaan di Istana Negara, Jakarta, Kamis 17 Agustus 2017.

Politikus PKS Mardani Ali Sera menyebutkan, sebagian masyarakat telah mamp‎u menilai hasil kegemilangan kerja dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, salah satu hasil kerja nyata Jokowi-JK adalah berhasil mempertemukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.

"Tentu masyarakat yang bisa menilai. Tapi, sebagian sudah menilai ini hasil kerja gemilang Pak Jokowi yang mempertemukan. Buat saya enggak usah begitu, bahwa (hasil kerja) Pak Jokowi nanti dilihat," kata Mardani usai menghadiri acara diskusi Sindotrijaya bertajuk “Dana Desa untuk Siapa?” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8/2017).

(Baca Juga: Berhasil Pertemukan SBY-Megawati, PPP Puji Pola Komunikasi Presiden Jokowi)

Namun, Mardani masih memiliki catatan atas berlangsungnya pertemuan SBY-Megawati dalam acara kenegaraan tersebut. Seharusnya, ujar dia, Presiden Jokowi dapat mengadakan "veranda talk" bersama mantan Kepala Negara selepas upacara pengibaran bendera merah putih.

"Kalau saya punya catatan, kenapa pada momen quote dan unquote cukup mahal kemarin itu, (ada) berapa ratus ribu orang kan berarti bisa buat pertemuan minum teh. Pak SBY malahan cukup bagus, Presidential Club, kalau kata Pak SBY," jelasnya.

Anggota Komisi II DPR ini menjelaskan, Pr‎esidential Club dapat dijadikan sebagai wadah pemberi saran kepada pemerintah. Pasalnya, setiap rezim memiliki sejumlah pengalaman yang berbeda saat memimpin Indonesia.

"Karena kan Bu Mega punya pengalaman mahal, Pak SBY juga punya pengalaman mahal, Pak Habibi punya pengalaman mahal. Pak JK juga punya. Nah berikan itu ke Pak Jokowi, indahnya," lanjutnya.

Ia pun mencontohkan dengan situasi di Amerika Serikat. Di negara adidaya tersebut, mantan presiden Amerika Serikat menjalin hubungan cukup akrab, seperti Clinton dan George Bush.

"Kalau di Amerika kan akrab pemimpinnya. Yang lain seperti Clinton sama George Bush akrab. Nah itu bisa mendinginkan suasana politik dan enggak usah diklaim juga ini kerja Pak Jokowi‎," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming