Image

Ayah Tersangka Penghina Presiden & Kapolri : Kami Lalai, Kami Minta Maaf

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin, 21 Agustus 2017 - 13:29 WIB
Status facebook Faizal (Foto: Ist) Status facebook Faizal (Foto: Ist)

MEDAN – Abdul Rahman (62), ayah dari MFB (18) terduga pelaku penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian, memohon maaf kepada Presiden dan Kapolri atas perilaku anak mereka.

Saat ditemui di rumahnya di Jalan Bono, Kelurahan Glugur Darat-I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Senin (21/8/2017) pria yang dipanggil Maman itu berharap Presiden dan Kapolri dapat memaklumi perbuatan anaknya yang masih di bawah umur.

“Saya atas nama keluarga, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden dan Kapolri. Tolong lah pak, anak saya ini masih dibawah umur. Dia belum tahu apa yang dia perbuat,”ujar Maman.

Maman menyebutkan, ia sedang berada di rumah saat Polisi menjemput anaknya. Ia pun terkejut saat Polisi membawa paksa anaknya.

“Saya benar-benar tidak tahu apa kenapa dia berbuat seperti itu. Selama ini memang kami lalai mengawasi dia. Mungkin ini pengaruh dari internet. Untuk itu sekali lagi saya minta maaf kepada Presiden dan Kapolri,”tandasnya.

Permintaan maaf juga disampaikan Marwah (51) ibu dari MFB. Marwah mengaku MFB sebenarnya anak yang baik. Ia juga rajin menjalankan shalat lima waktu.

“Dia anak yang baik, saya tahu sekali. Saya yakin dia melakukan itu karena ketidaktahuannya. Untuk saya sebagai ibunya, minta maaf kepada Presiden dan Kapolri,”tandasnya.

Penangkapan terhadap MFB bermula dari laporan polisi bernomor LP/444/VII/2017/Reskrim tertanggal 16 Juli 2017 atas nama Brigadir Ricky Swanda.  

Dalam laporan tersebut, Brigadir Ricky melaporkan adanya dugaan tindak pidana penghinaan terhadap Presiden dan institusi Kepolisian oleh seseorang di akun jejaring sosial facebook, dengan akun atas nama Ringgo Abdillah. Akun tersebut kerap memposting tulisan maupun foto-foto yang menghina pejabat negara itu. Bahkan sang pemilik akun kerap menantang Kepolisian untuk menangkapnya.

Atas dasar laporan tersebut, Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan hingga menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan dengan menangkap MFB dari rumahnya Jumat 18 Agustus 2017 malam.

Saat ditangkap, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya dua unit laptop untuk mengedit gambar Presiden dan Kapolri, satu buah flashdisk berkapasitas 16 GB yang berisi gambar Jokowi yang telah diedit, tiga unit handphone, dan dua unit router.

Usai dilakukan penangkapan, pelaku mengaku menggunakan akun Facebook dengan nama Ringgo Abdillah sejak Juli 2017. Ia juga sengaja menggunakan foto profil gambar orang lain.

Polisi pun menjerat pelaku dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 subs Pasal 27 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming