nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panglima TNI: Mahasiswa Harus Punya Mimpi yang Tinggi

Senin 21 Agustus 2017 12:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 21 65 1759742 panglima-tni-mahasiswa-harus-punya-mimpi-yang-tinggi-ZxSYOw3UFq.jpg Foto: Dok KRJogja

JAKARTA - Guna menghadapi kompetisi global saat ini diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi yang tinggi, karena mimpi adalah cita-cita yang harus diraih. Karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi guna mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang.

Hal itu disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan Kuliah Umum dengan tema 'Tantangan dan Peluang Menjadi Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global' dihadapan 2.800 Mahasiswa Universitas Trisakti.

"Yang kuliah di kedokteran jangan hanya mimpi menjadi seorang dokter umum atau dokter gigi tetapi harus mimpi memiliki rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya satu orang dokter, tetapi ada dokter gigi, dokter spesialis dan lainnya. Begitu juga yang kuliah jurusan arsitek harus bercita-cita memiliki perusahaan yang besar, dan seorang yang kuliah jurusan akuntan harus bermimpi memiliki bank," ujar Panglima TNI seperti dilansir dari KRJogja, Senin (21/8/2017)

Panglima TNI mengingatkan tidak mudah mewujudkan mimpi yang tinggi itu. “Mimpi itu bisa terwujud dengan selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan mimpi tinggi tidak akan bisa diwujudkan secara sendiri, tetapi dibutukan network untuk mendukung dan mewujudkannya sebagai salah satu jembatan meraih sukses, sehingga harus menjaga komunikasi atau hubungan baik dengan siapa saja terutama teman-teman sesama mahasiswa.

“Untuk meraih mimpi yang tinggi dan menjadi kenyataan ada kuncinya, yaitu harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, fokus, optimis, aksi, dan fleksibel,” ujarnya.

Menyikapi kompetisi global, ia menyampaikan bahwa kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dunia luar biasa dan semakin hari semakin bertambah, sementara itu energi dan pangan makin berkurang.

Hal ini yang menyebabkan persaingan global antar negara di dunia yang semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin berkurang.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini