nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diguyur Hujan Pagar SMA Roboh Timpa Rumah Warga, Bagini Nasib Pemiliknya

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 14:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 22 340 1760628 diguyur-hujan-pagar-sma-roboh-timpa-rumah-warga-bagini-nasib-pemiliknya-eBNoPiRq6x.jpg Rumah warga rusak tertimpa pagar sekolah di Bengkulu (Demon/Okezone)

BENGKULU - Hujan disertai angin kencang menerjang Kota Bengkulu hingga mengakibatkan pagar bagian belakang SMA Negeri 4 Kota Bengkulu roboh dan menimpa rumah warga di Kelurahan Timur Indah, Kecamatan Singgaran Pati. Seorang warga terluka kena reruntuhan tembok.

Pagar beton sepanjang 50 meter itu menimpa rumah milik Toyon (48) dan Nilawati (50) hingga rusak berat, tadi malam. Keduanya selamat. Tapi, Jasipa, orangtua Toyon, mengalami luka di bagian pergelangan kaki kiri akibat tertimpa reruntuhan tembok.

Toyon mengatakan robohnya pagar SMAN 4 Kota Bengkulu diduga akibat tergenangnya air hujan di aliran selokan yang bersampah, sehingga bagian tembok tergerus. “Air tidak bisa mengalir, sehingga tanah di bagian pagar menjadi tergerus dan langsung roboh menimpa bangunan rumah,'' katanya, Selasa (22/8/2017).

Saat kejadian, Toyon sedang makan di ruang tamu, sementara istrinya lagi beristirahat sembari menonton televisi. Berselang beberapa menit kemudian, terdengar suara gemuruh tembok runtuh menimpa bagian belakang rumahnya serta seisinya seperti televisi, lemari, kulkas, kasur serta barang elektronik lainnya.

Kamar anaknya ikut tertimpa tembok, namun sang anak Heni Karlin Maryani saat kejadian sedang kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Bengkulu Utara. Jadi tak ada korban jiwa.

''Saya sempat dengar suara gemuruh. Mendengar itu, saya mengajak istri dan dua orang anak saya untuk keluar rumah. Anak yang tua sedang KKN di Bengkulu Utara,'' cerita Toyon.

Akibat peristiwa itu, rumah yang telah dihuni Toyon selama 15 tahun itu dinding-dindingnya sudah retak-retak. Ia mengaku rugi ratusan juta. ''Rencananya saya mau mengungsi dengan cara mengontrak rumah. Rumah ini sudah tidak layak huni,'' ujar Toyon.

''Sekarang istri dan anak saya sudah diungsikan ke tempat kakak. Itu hanya untuk sementara,'' lanjut Toyon yang mengaku belum mendapatkan bantuan.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu menyebutkan, cuaca ekstrem berpotensi melanda Bengkulu hingga tiga hari ke depan. Masyarakat khususnya di Kabupaten Kepahiang diminta waspada.

Forecaster Stasiun Meteorologi BMKG Fatmawati Bengkulu, Haris Syahid Hakim mengatakan, hujan berpotensi terjadi dari siang hingga sore. Kemudian angin kencang juga bisa saja melanda karena adanya perubahan massa udara basah lapisan rendah yang terdapat di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Belitung.

''Daerah ini sebagai pelarian kecepatan angin di pesisir barat Bengkulu dan Lampung. Sehingga kondisi tersebut menjadi faktor penunjang pertumbuhan awan hujan di wilayah Bengkulu khususnya di Kabupaten Kepahiang,'' jelas Haris.

Angin di Bengkulu terpantau bergerak dari timur laut hingga barat daya dengan kecepatan berkisar antara 03-20 knot. Kecepatan angin akan berubah signifikan apabila adanya awan gelap (cumulonbus). Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang.

''Perkembangan kondisi dinamika atmosfer wilayah Indonesia, menunjukan adanya potensi hujan lebat dalam beberapa hari kedepan terutama di wilayah Provinsi Bengkulu,'' pungkas Haris.

(sal)

Berita Terkait

hujan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini