Image

Astaga! Cari Jurnalis yang Hilang, Polisi Denmark Malah Temukan Jenazah Tanpa Kepala

Emirald Julio, Jurnalis · Rabu, 23 Agustus 2017 - 05:09 WIB
Inilah Kim Wall yang saat ini dinyatakan masih hilang (Foto: AFP/Getty Images) Inilah Kim Wall yang saat ini dinyatakan masih hilang (Foto: AFP/Getty Images)

COPENHAGEN – Polisi di Denmark tanpa sengaja menemukan jenazah tanpa kepala ketika mencari seorang jurnalis yang hilang di laut. Jurnalis bernama Kim Wall itu hilang pada awal Agustus 2017 usai ia naik kapal selam buatan Peter Madsen.

Sebagaimana dikutip dari NBC News, Rabu (23/8/2017) polisi mengklaim saat ini masih terlalu awal untuk menyatakan bahwa jenazah itu merupakan Wall. Polisi awalnya menyatakan bawah Madsen mengaku bahwa ia sempat menurunkan Wall dari kapal selamnya ketika kendaraan itu mulai tenggelam.

Maden pun berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Denmark namun keberadaan Wall hingga saat ini tidak diketahui. Kapal selam yang tenggelam tersebut sudah berhasil diangkat dari laut tapi jejak Wall pun masih tidak ditemukan.

Reuters mewartakan, Madsen kemudian ditangkap atas tudingan pembunuhan. Namun pria berusia 47 tahun itu membatah tuduhan tersebut.

Kasus tersebut diselidiki secara tertutup tapi beberapa rinciannya akhirnya dipublikasikan pada Senin 21 Agustus 2017 atas permintaan dari kantor kejaksaan dan pengacara. “Terdakwa telah menjelaskan kepada polisi dan pengadilan bahwa ada kecelakaan di kapal yang menyebabkan kematian Kim Wall dan karena itu ia menguburnya di laut (tepatnya-red) di lokasi yang tidak ditentukan di Teluk Koge,” tulis rincian tersebut.

Pejabat Kepolisian Copenhagen, Jens Moller Jensen, mengatakan bahwa anggota publik melihat penampakan jenazah dan melaporkannya kepada polisi. Jensen menyebut jenazah itu berjenis kelamin perempuan tanpa kepala, tangan dan kaki.

Jensen mengatakan bahwa untuk mengklaim apakah jenazah itu milik Wall masih terlalu awal. Ia menambahkan saat ini proses postmortem tengah dilakukan terhadap jenazah tersebut.

Associated Press mewartakan, keluarga Wall menyebut bahwa jurnalis itu bekerja di banyak tempat berbahaya tapi justru hal yang tak terbayangkan terjadi di dekat rumah. International Women Media Foundation menyatakan merasa sangat sedih karena demi mendapatkan berita, Wall harus kehilangan nyawanya.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming