Image

Harap Bersabar, Polisi Akan Hubungi Satu per Satu Korban First Travel Setelah Pendataan

Silviana Dharma, Jurnalis · Rabu, 23 Agustus 2017 - 18:06 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone) Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan memanggil satu per satu calon jamaah umrah korban penipuan First Travel. Kanit V Subdit 5 Jatanwil Dit Tipidum Bareskrim Polri AKBP Rivai Arvan menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mendata paspor para korban.

Arvan meyakinkan, setelah pendataan selesai, semua paspor akan dikembalikan kepada sedikitnya 14.000 calon jamaah umrah. Pendataan sendiri mulai dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus hingga Jumat 25 Agustus mendatang.

Bareskrim dalam hal ini bermaksud mendata dengan memisahkan paspor yang diurus secara pribadi, dan melalui perantara. Jika klasifikasinya sudah jelas, baru Arvan dan timnya akan menghubungi satu per satu korban First Travel.

“Mereka yang mengadu semua sudah meninggalkan nomor telefon. Jadi nanti kalau berkasnya sudah siap, dokumennya sudah siap, kami hubungi,” ujarnya di Bareskrim Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).

Dengan begitu, korban tidak perlu terus menerus berdatangan ke Bareskrim dan menanyakan kepastiannya. Arvan berharap para korban mau bersabar menunggu Bareskrim memproses semua pengaduan dan memilah datanya.

Baca juga: Antisipasi Kasus First Travel Terulang, DPR Bentuk Panja Umrah dan Haji Khusus

“Cara pengembaliannya, kami akan menghubungi para pihak, baik melalui agen maupun yang mengurus sendiri,” ucapnya.

Sementara, mengenai berapa orang per hari yang akan dihubungi, pihaknya mengaku bergantung kesiapannya nanti. “Itu tergantung kesiapan pihak kami nanti. Yang pasti serah terima ke agen korban dan korban individu akan diusahakan mulai Jumat 25 Agustus ini,” tuturnya.

Biro perjalanan First Travel ditutup setelah polisi menerima pengaduan belasan ribu calon jamaah gagal umrah. Para korban tergiur dengan promo umrah murah. Tetapi bertahun-tahun mendaftar, tak jua diberangkatkan. Kini, para korban menagih janji keberangkatan atau uang kembali.

Penyidik Bareskrim terus mendalami kasus tersebut, termasuk mengejar aset para pemegang saham First Travel. Tiga direktur biro perjalanan bodong itu, yang terdiri dari pasangan suami-istri Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari, serta Komisaris Keuangan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan, telah ditahan.  Namun begitu, nasib para calon jamaah haji masih terkatung-katung.

Arvan menekankan, pengembalian uang korban bukanlah kewenangan polisi. Mereka hanya berwenang mendata jumlah korban dan mengembalikan paspor, serta menyelidiki kasus penipuan tersebut hingga tuntas ke akar-akarnya. 

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming