Bela Indonesia, FKPPI Kecam Malaysia Atas Insiden Merah Putih Terbalik

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 23 Agustus 2017 04:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 23 340 1761126 bela-indonesia-fkppi-kecam-malaysia-atas-insiden-merah-putih-terbalik-OaCMWpWvDZ.jpg Ormas FKPPI (Foto: OKezone)

MEDAN - Ratusan massa dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI (FKPPI) menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, di Jalan Diponegoro, Kota Medan, Selasa (22/8/2017) siang.

Mereka berunjukrasa untuk mengecam insiden terbaiknya bendera merah putih Indonesia pada buku katalog yang dijadikan souvenir pada pembukaan Sea Gamis 2017 Malaysia.

Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan kecaman terhadap Malaysia. Mereka juga membawa bendera merah putih dan memutar lagu-lagu nasional Indonesia, termasuk lagu hari merdeka.

"Hari ini, kami turun untuk membela Indonesia. Indonesia telah diinjak harga dirinya. Telah terjadi sesuatu yang merupakan penghinaan terhadap Indonesia," kata Lorenza, salah seorang orator aksi.

Dalam aksi tersebut, massa aksi juga sempat membakar ban. Mereka juga meneriakkan slogan "Ganyang Malaysia", slogan yang kerap dipakai Bung Karno saat Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia di awal kemerdekaan dulu.

Slogan Ganyang Malaysia itu juga disertai dengan pembakaran kertas bergambarkan bendera Malaysia. Massa aksi juga sempat memanjat pagar kantor Konjen dan pemasangan bendera merah putih di pagar tersebut.

"Bendera kami merah putih, bukan putih merah. Camkan itu," teriak Lorenza.

Koordinator aksi, Wing Zore Ketaren mengatakan, pihaknya menuntut agar pemerintah Malaysia meminta maaf atas insiden tersebut. Permintaan maaf ini, lanjutnya, harus disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pemerintah.

"Kami menuntut segera pemerintah dan perdana menteri Malaysia meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia secara resmi," kata Ketua FKPPI Medan tersebut.

Selain itu, FKPPI meminta pemerintah Malaysia melalui Konjen Malaysia di Medan juga meminta maaf melalui media lokal.

"Kami menuntut pemerintah Malaysia agar yang mencetak buku juga diproses hukum," ujar Wing.

Aksi unjukrasa ini sendiri mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian. Ratusan personel lengkap dengan dukungan kenderaan taktis diturunkan guna mengantisipasi transformasi aksi menjadi kericuhan.

Sejumlah perwakilan FKPPI ini kemudian diterima oleh Konjen Malaysia. Sebanyak tujuh anggota FKPPI menyampaikan protes mereka kepada Salmiah, Konsul Muda Konsulor dan Imigrasi Konjen Malaysia. Kepada massa aksi, Salmiah mengaku, akan menyampaikan protes tersebut kepada pemerintah Malaysia. Massa aksi pun akhirnya membubarkan diri.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini