nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Pakai Pakaian Perempuan, 2 Pria Singapura Ditahan di Abu Dhabi

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 18:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 24 18 1762470 waduh-pakai-pakaian-perempuan-2-pria-singapura-ditahan-di-abu-dhabi-NMPH6RPp9z.jpg Dua pria Singapura ditahan di Abu Dhabi karena memakai pakaian perempuan di tempat umum. (Foto: Twitter)

ABU DHABI - Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah menahan 2 pria asal Singapura akibat ulah konyol yang mereka lakukan. Kedua pria Singapura tersebut ditahan setelah kedapatan memakai pakaian perempuan.

Sebagaimana dilansir Asian Correspondent, Kamis (24/8/2017), kedua pria yang ditahan diketahui sebagai Muhammad Fadli Abdul Rahman (26) dan Nur Qistina Fitriah (37). Strait Times melaporkan keduanya ditahan di sebuah pusat perbelanjaan ternama di Abu Dhabi.

Muhammad Fadli diketahui bekerja sebagai seorang fotografer fashion dan tiba di UEA untuk urusan pekerjaan tepat sehari sebelum ditangkap. Sedangkan Nur Qistina Fitriah Ibrahim yang akrab dipanggil Fifi diketahui berada UEA karena tengah menemani Fadli bekerja.

Mereka ditangkap pada 9 Agustus 2017 dan kini keduanya tengah menjalani sidang terakhir. Pihak pengadilan menyebut, keduanya ditahan akibat berbuat tindakan tidak sopan dan tidak senonoh dengan memakai pakaian perempuan di depan umum.

Sebagaimana diketahui, UEA memang menerapkan hukum islam konservatif yang melarang homoseksualitas, transgenderisme, dan cross-dressing. Menteri Luar Negeri Singapura sendiri, Vivian Balakrishnan menyatakan, bahwa pemerintah Negeri Singa kini tengah mencari cara untuk membantu kedua pria tersebut.

"Saya turut prihatin mendengar hal ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu anggota keluargamu," ujar Balakrishnan dalam pesan elektronik kepada keluarga Muhammad Fadli.




Keluarga Fadli, Muhammad Saiful menyebut, bahwa saudara laki-lakinya itu sempat mengirim sebuah foto padanya sebelum ditangkap. Dalam foto yang dikirimnya itu Fadli diketahui memakai pakaian normal yakni kemeja pria berwarna putih.

Saiful menambahkan jika keluarganya mengetahui penangkapan tersebut dari pihak Kementerian Luar Negeri Singapura pada pekan lalu. Ia mengatakan, saudara laki-lakinya Fadli dan kawannya Fifi tidak didampingi pengacara dalam menghadapi persidangan.

"Saudaraku tidak hadir di pengadilan dan takĀ  seorang pun dari kedutaan Singapura ada di sana. Jadi ia tidak bisa membela diri," terang Saiful.

Pengadilan UEA diketahui menjatuhi keduanya hukuman kuruangan penjara selama satu tahun. Fadli dan Fifi dapat mengajukan banding dalam kurun waktu 15 hari kedepan.

Seorang aktivis Singapura yang tinggal dalam sebuah apartemen bersama Fadli di UEA, Vanessa Ho, menyatakan, bahwa ia akan segera mencari pengacara untuk kawannya itu. "Seharusnya ia memiliki hak untuk menelepon keluarganya, tapi ia belum menghubungi siapa pun," tukas Ho.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini