nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tepuk Tangan! Mahasiswa Bandung Raih Prestasi Membanggakan di Malaysia

Kamis 24 Agustus 2017 19:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 24 65 1762469 tepuk-tangan-mahasiswa-bandung-raih-prestasi-membanggakan-di-malaysia-AiSa0keErg.jpg Foto: Istimewa

BANDUNG - Peneliti dan mahasiswa Indonesia asal Bandung berhasil meraih prestasi dalam gelaran Telemedicine Converence 2017 bertajuk Telemedicine Innovation Challenge (TIC), di Monash University Malaysia.

TIC dimaksudkan untuk memberikan platform bagi para inovator baik dari kalangan industri maupun perguruan tinggi untuk mendemokan inovasi mereka dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga dengan peserta dari beberapa negara di ASEAN.

Tim dari Universitas Telkom yang dimentori oleh Dr. Satria Mandala, berhasil masuk final pada event tersebut melalui 2 tim, yaitu: KnocKnock dan Rhythm.

Seperti dilansir dari KRJogja, Kamis (24/8/2017), Tim KnocKnock dipimpin oleh Januar Triandy Nur Elsan, dengan anggota Muhammad Hilmy An Nabhany, Asya Leztizia, Agung Cahya Ilhami, Qhansa Di'Ayu Putri Bayu, Mochamad Agusta Naofal Hakim, dan Faisal Rahman menampilkan To-Do Diet. Tim Rhythm dikomandani Ihda Husnayain dengan anggota Bayu Rizky Ramadhan, Fiona Ramadhani Senduk, Abdul Rahman Safari dan Dani Agung Prastiyo membawa prototipe PVC's monitoring and detection system pada event tersebut. Kedua tim tersebut merupakan mahasiswa lintas Fakultas, Informatika dan Industri Kreatif.

Tim KnocKnock membuat project To-Do Diet, sistem berbasis kinect untuk terapi obesitas yang memiliki tujuan memonitoring pasien dan memotivasi pasien untuk melakukan terapi diet obesitas. Tim Rhythm membuat project PVC's monitoring and detection system, yaitu sistem untuk memonitoring dan mendeteksi kelainan ritme denyut jantung jenis PVC/ Premature ventricular contractions. PVC merupakan salah satu jenis aritmia yang dapat menyebabkan kematian mendadak jika dibiarkan.

Acara final TIC tersebut berlangsung selama 3 hari, yaitu 15 hingga 17 Agustus 2017 dan tiap tim diwajibkan membuat video 1 menit dan membuat poster untuk prototipe yang mereka bawa. Selama kompetisi tiap-tiap tim diharuskan untuk membuka booth stand untuk mempromosikan dan memamerkan prototipe yang telah dibuat oleh tim finalis.

Setiap hari dewan juri akan datang untuk menilai performance tiap-tiap tim, baik dari segi teknis, rencana bisnis kedepan dan juga tanggapan pengunjung terhadap prototipe yang kita bawa. Rangkaian puncak penilaian adalah Pitching tentang prototipe di atas panggung selama 5 menit. Disini sekali lagi para judges (6-10 judges dari berbagai negara) akan menguji tim dihadapan seluruh audience TIC 2017.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini