Image

Mantap! Presiden Jokowi Temui 16 Perwakilan PTN dan PTS Seluruh Indonesia di Istana

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017, 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 25 65 1762883 mantap-presiden-jokowi-temui-16-perwakilan-ptn-dan-pts-seluruh-indonesia-di-istana-hiHXyuBIX7.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menemui 16 perwakilan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) di seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/8/2017).

"Pertemuan dalam rangka ingin melakukan aksi komitmen kebangsaan, yaitu bagaimana mewujudkan kesatuan Republik Indonesia, Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika dari Aceh sampai Merauke," kata Menristekdikti M Nasir di Istana Kepresidenan Jakarta.

Nasir mengungkapkan aksi komitmen kebangsaan ini akan mengundang sekira 2.000-an rektor di seluruh Indonesia yang akan diselenggarakan pada akhir September 2017.

"Pesan Presiden adalah ini harus dilakukan, ditindaklanjuti dan Presiden akan memberikan waktu, namun belum ditetapkan, tapi perkiraan di akhir September," kata Nasir.

Namun Nasir berharap para rektor yang akan diundang lebih dari 2.000 karena jumlah PTN-PTS di seluruh Indonesia mencapai 4.529, baik di bawah Kementerian Agama maupun Kementerian Ristekdikti.

"Dari Kementerian Agama sekitar 800-an dan sisannya dibawah Kemenristekdikti," ucap Nasir.

Nasir mengatakan aksi komitmen kebangsaan ini akan dituangkan dalam pembelajaran semua dan perilaku, bahkan kaitannya dengan radikalisme.

"Bagaimana kampus terhindar dari paham-paham radikalisme. Ini harus kita jaga semua, jangan sampai mahasiwa kegiatan kosong karena diisi oleh mereka itu, Itu harus diisi dengan nilai-nilai kebangsaan," katanya.

Nasir mengatakan bahwa peran pemerintah dalam kegiatan ini selalu menganfirmasi pada seluruh pergiruan tinggi dan melakukan mediasi agar semua menjadikan satu.

"Kami bekerja dengan BNPT, BIN terkait hal-hal yang berhubungan dengan kampus di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menjaga Indonesia dalam benteng wawasan kebangsaan ini," katanya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini