Image

Wow! 2.000 Rektor Akan Lakukan Deklarasi Kebangsaan dan Bela Negara

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at, 25 Agustus 2017 - 14:05 WIB
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ‎menargetkan, sebanyak 2.000 rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan melakukan deklarasi kebangsaan dan bela negara yang akan digelar di Bali pada September 2017.

"Dimana aksi kebangsaan ini bagaimana mewujudkan NKRI, bagaimana Pancasila sebagai ideologi negara, dan bagaimana UUD 1945 sebagai dasar negara. Dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita eratkan mulai dari Aceh sampai Papua," kata Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Menurut dia, para rektor yang akan hadir dalam acara tersebut akan terus mendorong ‎komitmen kebangsaan yang dituangkan ke dalam pelajaran dan perilaku dalam kegiatan belajar mengajar di kampus.

"‎Itu menjadi hal yang sangat penting apa yang akan dilakukan oleh para rektor dan mereka akan mengundang sekitar ya sampai 2.000 rektor dari seluruh Indonesia. Tapi kalau bisa ya lebih dari itu. Karena perguruan tingginya sekira ada 4.529. Baik negeri maupun swasta, Kementerian Agama, maupun Kementerian Ristekdikti. Kemenag sekitar angka 800-900 lah, sisanya di Kemenristekdikti. Inilah yang harus kita dorong terus," jelasnya.

Ia menambahkan, ‎melalui forum rektor ini perguruan tinggi ingin memiliki peran agar pemasalahan paham-paham radikal di kampus dapat dicegah. Sehingga, kegiatan-kegiatan di kampus akan diisi dengan nilai-nilai kebangsaan.

"Bahkan masalah kaitan dengan radikalisme, bagaimana kampus harus terhindar dari paham-paham radikalisme. Ini harus kita jaga semua. Jangan sampai mahasiswa ada kegiatan kosong diisi mereka-mereka itu (paham radikal). Kita harus isi dengan nilai-nilai kebangsaan itu nanti," paparnya.

Forum rektor juga akan bekerjasama dengan BNPT dan BIN guna menjaga kampus-kampus di Indonesia dari penyebaran paham-paham radikal kepada mahasiswa. Tujuannya, sambung, Nasir, agar mahasiswa dapat dijaga dan kampus menjadi benteng wawasan kebangsaan Indonesia.

"‎Peran pemerintah adalah seluruh perguruan tinggi dan kita melakukan mediasi supaya nanti semua jadikan satu. Kami bekerja sama dengan BNPT, bekerja sama dengan BIN terkait hal-hal yang ada di kampus seluruh Indonesia. Tujuannya adalah kami ingin menjaga Indonesia harus dalam benteng wawasan kebangsaan," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming