Image

Mantap! Dosen Asal Surabaya Raih Penghargaan Bergengsi di Taiwan

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017, 17:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 29 65 1765512 mantap-dosen-asal-surabaya-raih-penghargaan-bergengsi-di-taiwan-ZhF7cAqmvM.jpg Foto: Dok Unair

JAKARTA - Akademisi Indonesia kembali mengharumkan nama negeri dengan prestasinya. Kali ini prestasi tersebut dibawa oleh seorang dosen di Surabaya yang meraih penghargaan bergengsi dari National Chiao Tung University (NCTU) di Taiwan.

Akademisi itu adalah Imam Yuadi, dosen Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden NCTU pada lima lulusan doktor dari departemen berbeda.

Imam Yuadi sendiri meraih gelar PhD dengan Outstanding Contribution Award dari NCTU. Penghargaan tersebut berkat disertasi Imam berjudul Digital Forensics of Printed Sources Identification.

Bukan hal mudah bagi Imam yang memiliki latar belakang ilmu sosial untuk mempelajari sains di bidang Digital Forensics.

Melansir dari laman Unair, Selasa (29/8/2017), Imam mengatakan selama penelitian dirinya banyak menghabiskan waktu di laboratorium.

"Bahkan hampir tiap hari selalu tidur di laboratorium dan jarang pulang ke asrama kampus," katanya.

Bukan hanya sibuk di masa penelitiannya, Imam juga mengaku pernah merasa salah dan menyesal dalam memilih professor yang berlatar belakang teknik elektro. Namun, kata dia, hal itu berhasil dilalui berkat dukungan istri, keluarga, dan teman-temannya.

Selama masa studi, Imam juga telah menghasilkan delapan karya terpublikasi internasional. Empat di antaranya merupakan jurnal internasional yang terindeks di Science Citation Index (SCI) maupun Scopus.

Sementara empat publikasi internasional lainnya ada di Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) conference dan pernah dipresentasikan di Seattle dan Arizona (USA), Lisbon (Portugal) dan Moscow (Rusia).

Walaupun telah lulus dengan penghargaan bergengsi tersebut, Imam mengaku akan berkontribusi untuk meneliti di bidang sains. Saat ini saja Imam tengah melakukan penelitian terbaru yakni identifikasi citra kanker dengan menggunakan machine learning dan deep learning yang telah tersubmit di IEEE conference.

Kini, ia juga tengah menyusun paper untuk penulisan jurnal internasional tentang klasifikasi multi-colorectal cancer.

"Saya akan menekuni digital forensics untuk dokumentasi, arsip, dan perpustakaan. Tidak menutup kemungkinan melakukan penelitian tentang forensik digital di bidang arkeologi, linguistik, kedokteran, dan bidang sains lainnya," tutup Imam.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini